Penderita Asam Urat Tak Boleh Lagi Makan Daging?
Kamis, 13 Juni 2019
Edit
DokterSehat.Com– Penderita asam urat memang harus menjaga asupan makanan hariannya. Jika sampai mereka sembarangan makan atau minum, bisa jadi gejala serangan asam urat akan menyerang dan membuat mereka kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Hanya saja, apakah hal ini berarti mereka tidak boleh mengonsumsi daging-dagingan kembali?
Hanya saja, apakah mereka benar-benar sudah tidak bisa lagi makan daging? Sebuah penelitian yang diunggah hasilnya oleh situs diagosisdiet.com membuktikan fakta bahwa orang-orang yang tinggal di lingkar Kutub Utara seperti suku Eskimo dan Indian Utara tidak mengalami penyakit asam urat.
Padahal, seumur hidupnya mereka hanya mengonsumsi makanan daging-dagingan, khususnya daging ikan. Penelitian yang dilakukan oleh Schaefer dan rekan-rekannya pada 1959 ini juga menyebut kandungan protein hewani sebenarnya juga bisa membantu mengeluarkan kelebihan purin di dalam tubuh.
Penelitian ini tidak bisa dijadikan acuan konsumsi daging-dagingan bagi penderita asam urat. Mereka tetap harus menurunkan atau bahkan benar-benar menghindari asupan daging-dagingan demi mencegah penumpukan zat asam urat di dalam tubuh. Beberapa jenis makanan lain yang memiliki kandungan purin yang sedang juga sebaiknya diturunkan konsumsinya.
Penderita asam urat sebaiknya meminta saran ke dokter untuk mengetahui seberapa parah kondisi kesehatan yang mereka idap dan makanan-makanan apa yang masih boleh dikonsumsi, tak lagi dikonsumsi, dan dibatasi konsumsinya. Jika mereka masih diperbolehkan untuk mengonsumsi daging-dagingan, pastikan untuk membatasi porsi dan frekuensi memakannya demi mencegah gejala dari penyakit yang diderita.
Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat:
Konsumsi Daging bagi Penderita Asam Urat
Pakar kesehatan menyebut penderita asam urat sebisa mungkin harus menghindari makanan tinggi kandungan purin layaknya daging merah, makanan laut, dan jeroan. Selain itu, mereka juga tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman manis dan minuman beralkohol demi mencegah serangan asam urat.Hanya saja, apakah mereka benar-benar sudah tidak bisa lagi makan daging? Sebuah penelitian yang diunggah hasilnya oleh situs diagosisdiet.com membuktikan fakta bahwa orang-orang yang tinggal di lingkar Kutub Utara seperti suku Eskimo dan Indian Utara tidak mengalami penyakit asam urat.
Padahal, seumur hidupnya mereka hanya mengonsumsi makanan daging-dagingan, khususnya daging ikan. Penelitian yang dilakukan oleh Schaefer dan rekan-rekannya pada 1959 ini juga menyebut kandungan protein hewani sebenarnya juga bisa membantu mengeluarkan kelebihan purin di dalam tubuh.
Penelitian ini tidak bisa dijadikan acuan konsumsi daging-dagingan bagi penderita asam urat. Mereka tetap harus menurunkan atau bahkan benar-benar menghindari asupan daging-dagingan demi mencegah penumpukan zat asam urat di dalam tubuh. Beberapa jenis makanan lain yang memiliki kandungan purin yang sedang juga sebaiknya diturunkan konsumsinya.
Penderita asam urat sebaiknya meminta saran ke dokter untuk mengetahui seberapa parah kondisi kesehatan yang mereka idap dan makanan-makanan apa yang masih boleh dikonsumsi, tak lagi dikonsumsi, dan dibatasi konsumsinya. Jika mereka masih diperbolehkan untuk mengonsumsi daging-dagingan, pastikan untuk membatasi porsi dan frekuensi memakannya demi mencegah gejala dari penyakit yang diderita.
Makanan yang Sebaiknya Dihindari oleh Penderita Asam Urat
Selain tidak sembarangan dalam mengonsumsi makanan dari bahan daging-dagingan, pakar kesehatan menyarankan penderita asam urat untuk menghindari beberapa jenis makanan.Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat:
Durian
Es krim
Makanan bersantan
Makanan olahan
Minuman manis
