7 Tanda Serangan Jantung yang Muncul Sebulan Sebelumnya Ternyata Hoaks
Minggu, 16 Juni 2019
Edit
DokterSehat.Com– Kita tentu pernah melihat pesan berantai atau tips kesehatan yang menyebutkan bahwa serangan jantung bisa diprediksi sebelumnya. Bahkan, dalam kurun waktu satu bulan sebelum masalah kesehatan ini muncul, kita bisa melihat beberapa tanda yang muncul pada tubuh. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut hal ini sebagai hoaks atau sesuatu yang tidak benar.
Pakar kesehatan menyebut serangan jantung tidak bisa benar-benar diprediksi dengan rincian yang jelas. Kita tidak bisa memperkirakan apakah satu bulan atau satu minggu kemudian akan terkena serangan jantung atau tidak. Hanya saja, dokter bisa memperhitungkan risiko untuk terkena serangan jantung yang sayangnya bisa muncul kapan saja.
Sebagai contoh, dokter bisa mengecek kondisi pasien dengan memperhitungkan Framingham Risk Score atau FRS. Perhitungan ini dilakukan dengan mempertimbangkan faktor usia, kadar kolesterol, tekanan darah, hingga kebiasaan merokok. Selain itu, kondisi lemak darah pasien juga diperhitungkan. Biasanya, semakin tinggi nilai FRS, semakin besar risiko terkena serangan jantung hingga 10 tahun ke depan.
Jika sampai skor FRS tinggi, pasien biasanya diminta untuk mengubah gaya hidup demi menyehatkan kembali organ kardiovaskular dan menurunkan risiko terkena serangan jantung. Bahkan, jika perlu, mereka bisa mengonsumsi obat-obatan yang bisa menurunkan kadar kolesterol atau tekanan darah.
Berikut adalah tanda-tanda tersebut.
Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa kondisi ini terkait dengan jantung yang tidak mendapatkan asupan oksigen dengan cukup sehingga akhirnya berimbas pada menurunnya sistem kekebalan tubuh dengan signifikan.
Meskipun bisa dipastikan bahwa hal ini tidak benar, tak ada salahnya memeriksakan kondisi tubuh jika mengalami gejala-gejala kesehatan tersebut karena bisa jadi menandakan gangguan kesehatan lainnya.
Tanda serangan jantung yang muncul satu bulan sebelumnya tidak benar
Kementerian Komunikasi dan Informatikan (Kemenkominfo) menyebut hoaks ini bisa berupa 6 atau 7 hal yang menandakan serangan jantung. Hoaks ini sempat viral pada tahun 2018 lalu, namun kembali viral tahun ini.Pakar kesehatan menyebut serangan jantung tidak bisa benar-benar diprediksi dengan rincian yang jelas. Kita tidak bisa memperkirakan apakah satu bulan atau satu minggu kemudian akan terkena serangan jantung atau tidak. Hanya saja, dokter bisa memperhitungkan risiko untuk terkena serangan jantung yang sayangnya bisa muncul kapan saja.
Sebagai contoh, dokter bisa mengecek kondisi pasien dengan memperhitungkan Framingham Risk Score atau FRS. Perhitungan ini dilakukan dengan mempertimbangkan faktor usia, kadar kolesterol, tekanan darah, hingga kebiasaan merokok. Selain itu, kondisi lemak darah pasien juga diperhitungkan. Biasanya, semakin tinggi nilai FRS, semakin besar risiko terkena serangan jantung hingga 10 tahun ke depan.
Jika sampai skor FRS tinggi, pasien biasanya diminta untuk mengubah gaya hidup demi menyehatkan kembali organ kardiovaskular dan menurunkan risiko terkena serangan jantung. Bahkan, jika perlu, mereka bisa mengonsumsi obat-obatan yang bisa menurunkan kadar kolesterol atau tekanan darah.
Beberapa tanda serangan jantung yang bisa dirasakan sebulan sebelumnya yang ternyata tidak benar
Dalam informasi yang beredar di berbagai media, terdapat tujuh tanda yang dianggap bisa menandakan serangan jantung yang akan dirasakan tubuh sejak satu bulan sebelumnya. Sayangnya, tanda-tanda ini tidaklah selalu menandakan serangan jantung.Berikut adalah tanda-tanda tersebut.
Mengalami sensasi sesak pada dada
Tubuh yang mudah lelah
Mudah meriang
Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa kondisi ini terkait dengan jantung yang tidak mendapatkan asupan oksigen dengan cukup sehingga akhirnya berimbas pada menurunnya sistem kekebalan tubuh dengan signifikan.
Sesak napas
Kepala mudah pusing
Beberapa bagian tubuh membengkak
Mual-mual
Meskipun bisa dipastikan bahwa hal ini tidak benar, tak ada salahnya memeriksakan kondisi tubuh jika mengalami gejala-gejala kesehatan tersebut karena bisa jadi menandakan gangguan kesehatan lainnya.