Sering Nyeri Otot Tanda Kolesterol Tinggi?
Jumat, 01 Februari 2019
Edit
DokterSehat.Com– Masalah kolesterol tinggi memang lebih terkait dengan kondisi kesehatan pembuluh darah dan jantung, namun pakar kesehatan menyebut masalah kesehatan ini juga bisa memberikan dampak buruk bagi bagian tubuh lainnya, termasuk otot. Bahkan, sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa kolesterol tinggi sepertinya terkait dengan frekuensi munculnya nyeri atau cedera pada otot.
“Berubahnya kadar kolesterol di dalam tubuh terkait erat dengan munculnya tendinopathy atau nyeri otot. Kaitan ini mirip dengan risiko penyakit kardiovaskular akibat masalah kolesterol tinggi. Sepertinya, kondisi yang buruk bagi kesehatan jantung juga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan otot,” ucap salah satu peneliti yang terlibat, James Gaida.
Dalam penelitian yang kemudian dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Sport Medicine ini, disebutkan bahwa para peneliti meneliti ulang 17 hasil penelitian lainnya yang terkait dengan kolesterol dan obat penurun kolesterol. Mereka kemudian membandingkan data ini dengan data kasus nyeri otot yang dialami oleh para partisipan. Dari data inilah diketahui kaitan antara kolesterol tinggi dengan frekuensi nyeri otot.
“Terkadang, nyeri otot bisa disebabkan oleh kolesterol yang terus menumpuk di otot. Hanya saja, bisa jadi hal ini juga terkait dengan faktor genetik,” kata Louis Soslowsky, peneliti dari Penn Center for Musculoskeletal Disorders.
Berikut adalah beberapa gejala kesehatan yang disebabkan oleh masalah kolesterol tinggi yang bisa kita rasakan.
Selain rasa nyeri, terkadang kita juga akan merasa kaki berat dan lelah meskipun aktivitas fisik kita tidak terlalu berat.
Kaitan antara kolesterol tinggi dengan nyeri otot
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 oleh peneliti gabungan dari University of Canberra serta Monash University, Australia menghasilkan fakta bahwa mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi jauh lebih rentan terkena masalah nyeri otot atau mengalami perubahan struktur otot dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar kolesterol rendah. Bahkan, risiko untuk terkena cedera otot layaknya otot melintir di bahu hingga gangguan otot Achilles yang sering terjadi pada atlet juga meningkat akibat kolesterol tinggi.“Berubahnya kadar kolesterol di dalam tubuh terkait erat dengan munculnya tendinopathy atau nyeri otot. Kaitan ini mirip dengan risiko penyakit kardiovaskular akibat masalah kolesterol tinggi. Sepertinya, kondisi yang buruk bagi kesehatan jantung juga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan otot,” ucap salah satu peneliti yang terlibat, James Gaida.
Dalam penelitian yang kemudian dipublikasikan hasilnya dalam jurnal berjudul Sport Medicine ini, disebutkan bahwa para peneliti meneliti ulang 17 hasil penelitian lainnya yang terkait dengan kolesterol dan obat penurun kolesterol. Mereka kemudian membandingkan data ini dengan data kasus nyeri otot yang dialami oleh para partisipan. Dari data inilah diketahui kaitan antara kolesterol tinggi dengan frekuensi nyeri otot.
Kolesterol tinggi bisa memicu peradangan
Kolesterol tinggi ternyata bisa mempengaruhi kondisi otot dan akhirnya menyebabkan datangnya peradangan. Peradangan inilah yang kemudian berpotensi menyebabkan perubahan struktur otot. Masalahnya adalah kondisi ini bisa membuat otot tak lagi berfungsi dengan baik dan lebih mudah mengalami rasa nyeri.“Terkadang, nyeri otot bisa disebabkan oleh kolesterol yang terus menumpuk di otot. Hanya saja, bisa jadi hal ini juga terkait dengan faktor genetik,” kata Louis Soslowsky, peneliti dari Penn Center for Musculoskeletal Disorders.
Beberapa gejala kolesterol tinggi lainnya yang dirasakan tubuh
Seringkali, kolesterol tinggi tidak menyebabkan gejala yang jelas, namun terkadang kita bisa merasakan perubahan pada tubuh yang terkait dengan masaah kesehatan ini.Berikut adalah beberapa gejala kesehatan yang disebabkan oleh masalah kolesterol tinggi yang bisa kita rasakan.
Nyeri kaki
Selain rasa nyeri, terkadang kita juga akan merasa kaki berat dan lelah meskipun aktivitas fisik kita tidak terlalu berat.
Lambannya proses penyembuhan luka
Menurunnya fungsi otak
