Naiknya Harga Gas Membuat Warga Enggan Memilih Petahana

Naiknya Harga Gas Membuat Warga Enggan Memilih Petahana

Ukraina,Naiknya harga gas membuat warga enggan memilih Petahana,Rakyat Ukraina pada tahun ini akan memilih presiden baru,Kebijakan pemerintah dengan mencabut subsidi gas membuat warga beralih menggunakan kayu,Rakyat menilai dicabutnya subsidi gas oleh petahana menjadikan beban hidup bertambah berat apalagi kebutuhan pokok harganya merangkak naik.

Rakyat Ukraina tahun 2019 akan melakukan pemilihan presiden baru,Petahana kemungkinan akan mencalonkan kembali pada pemilu tahun ini,Presiden Petro Poroshenko yang merupakan Petahana dulu didukung penuh oleh rakyat Ukraina,janji janji Petro Poroshenko meleset jauh dari yang apa ia janjikan terutama masalah subsidi gas.

Presiden Petro Poroshenko merupakan petahana yang akan mencalonkan kembali menjadi Presiden Ukraina pada pemilu tahun 2019,Petro Poroshenko menjadi presiden usai memenangkan pemilu di tahun 2014 dengan memperoleh 65% suara,Petahana Petro Poroshenko terancam kehilangan suara di pemilihan umum tahun ini karena kebijakannya yang tak pro rakyat.

Meski keamanan negara terjamin namun standar hidup layak rakyat di negara tersebut jauh dari apa yang diharapkan warganya,Upah bulanan rata-rata telah turun setara dengan hampir $ 80 sejak 2013 Inflasi  mencapai puncaknya pada 43 persen pada tahun 2015 dan harga gas meter kubik hampir 12 kali lipat dari tahun 2013.

Sejak revolusi,tidak ada yang berubah secara substansial menjadi lebih baik,kata Nadiya Yurchenko warga Ukraina,Dia berharap mendapat dana pensiunan yang tinggi agar bisa memenuhi kebutuhan sehari hari,Yurchenko memperkirakan dia perlu menghabiskan hampir empat bulan penghasilan pensiun untuk menghangatkan rumahnya dengan baik selama musim dingin.

Wanita yang Pensiun sebagai guru juga mengatakan bahwa gas,listrik,dan bahan makanan semuanya semakin mahal. "Semuanya naik kecuali untuk gaji dan pensiun,Dikutip media Reuters.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...