Penderita Diabetes Perlu Vaksin Tetanus?
Sabtu, 09 Februari 2019
Edit
DokterSehat.Com– Vaksin tetanus ditujukan untuk menghindari penyakit tetanus yang bisa menyerang anak-anak, remaja, atau orang dewasa. Masalahnya adalah penyakit ini berpotensi mematikan jika tidak ditangani dengan baik. Hanya saja, apakah penderita diabetes sebaiknya mendapatkan vaksin tetanus demi mencegah datangnya komplikasi berbahaya?
Sebagai informasi, tetanus bisa menyebabkan kerusakan pada saraf akibat adanya racun yang dipicu oleh bakteri penyebab penyakit ini, yakni bakteri clostridium tetani. Bakteri ini bisa menyerang luka terbuka. Padahal, penderita diabetes bisa saja memiliki luka atau borok terbuka yang cenderung sulit untuk sembuh. Karena alasan inilah penderita diabetes juga rentan terkena tetanus.
Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk melakukan imunisasi tetanus setidaknya 10 tahun sekali. Hal ini sesuai dengan anjuran dari badan pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention.
Berikut adalah beberapa jenis vaksin yang bisa mereka dapatkan.
Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk mendapatkan vaksin flu setiap tahun demi mencegah datangnya masalah kesehatan pada saluran pernapasan.
Jika penderita diabetes belum berusia 65 tahun, mereka biasanya diminta untuk mendapatkan vaksin pneumococcal sekali, namun jika usianya sudah melebihi 65 tahun, biasanya mereka akan diminta untuk mendapatkannya dua kali lagi.
Memang, biasanya vaksin ini sudah didapatkan saat kita masih balita, namun pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk mendapatkannya lagi jika memang diperlukan. Hanya saja, jika mereka sudah berusia lebih dari 60 tahun, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui apakah membutuhkan vaksin ini atau tidak.
Urgensi vaksin tetanus bagi penderita diabetes
Pakar kesehatan menyebut vaksinasi sebagai sesuatu yang penting bagi penderita diabetes. Hal ini disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mereka alami bisa membuat mereka lebih rentan untuk terkena infeksi atau komplikasi penyakit yang tidak bisa disepelekan. Bahkan, mereka juga lebih rentan mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh yang tentu membuat risiko infeksi meningkat. Salah satu infeksi yang bisa saja terjadi pada penderita diabetes adalah tetanus.Sebagai informasi, tetanus bisa menyebabkan kerusakan pada saraf akibat adanya racun yang dipicu oleh bakteri penyebab penyakit ini, yakni bakteri clostridium tetani. Bakteri ini bisa menyerang luka terbuka. Padahal, penderita diabetes bisa saja memiliki luka atau borok terbuka yang cenderung sulit untuk sembuh. Karena alasan inilah penderita diabetes juga rentan terkena tetanus.
Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk melakukan imunisasi tetanus setidaknya 10 tahun sekali. Hal ini sesuai dengan anjuran dari badan pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention.
Selain vaksin tetanus, adakah vaksin lain yang juga dibutuhkan penderita diabetes
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, penderita diabetes lebih rentan terkena komplikasi penyakit lainnya. Karena alasan inilah, pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan vaksin yang tepat demi meminimalisir risiko terkena komplikasi berbahaya.Berikut adalah beberapa jenis vaksin yang bisa mereka dapatkan.
Vaksin influenza
Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk mendapatkan vaksin flu setiap tahun demi mencegah datangnya masalah kesehatan pada saluran pernapasan.
Vaksin pneumococcal
Jika penderita diabetes belum berusia 65 tahun, mereka biasanya diminta untuk mendapatkan vaksin pneumococcal sekali, namun jika usianya sudah melebihi 65 tahun, biasanya mereka akan diminta untuk mendapatkannya dua kali lagi.
Vaksin hepatitis B
Memang, biasanya vaksin ini sudah didapatkan saat kita masih balita, namun pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk mendapatkannya lagi jika memang diperlukan. Hanya saja, jika mereka sudah berusia lebih dari 60 tahun, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui apakah membutuhkan vaksin ini atau tidak.
Vaksin cacar
