5 Waktu Paling Pantang untuk Melakukan Seks
Kamis, 27 Februari 2020
Edit
DokterSehat.Com – Seks adalah kebutuhan yang dimiliki oleh semua orang baik itu pria atau wanita. Melakukan seks secara rutin akan memberikan kesehatan pada tubuh dan juga menurunkan stres. Mereka yang sedang berjuang untuk mendapatkan keturunan, melakukan seks secara rutin juga bisa meningkatkan peluang pembuahan.
Aktivitas seks bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja asal aman dan kondisi tubuh sedang baik. Kalau kondisi tubuh sedang tidak memungkinkan, ada baiknya untuk menghindari seks terlebih dahulu. Selain itu, ada beberapa waktu tertentu yang pantang digunakan untuk aktivitas seks. Berikut selengkapnya.
Perdarahan yang terjadi pada wanita biasanya dipicu karena beberapa hal. Yang paling sering adalah endometriosis yang cukup parah dan mioma. Perdarahan ini muncul dengan sendirinya atau kalau ada penetrasi dari penis. Seks pada kondisi ini tidak disarankan karena bisa membuat wanita merasakan sakit yang cukup besar.
Kalau wanita melakukan seks sebelum Pap Smear atau paling tidak 1-2 hari sebelumnya, bisa jadi ada perubahan pada struktur serviks. Hasil dari pemeriksaan Pap Smear bisa jadi bermasalah. Oleh karena itu jangan lakukan seks sebelum pemeriksaan. Kalau terlanjut melakukan seks, tunda hingga lebih dari 2 hari.
Meski seks tidak bisa dilakukan, bukan berarti pasangan tidak bisa melakukan apa-apa. Yang panting tidak melakukan penetrasi, saling merangsang atau melakukan masturbasi adalah salah satu cara yang direkomendasikan.
Kalau pria tidak menggunakan kondom, kondisi bisa lebih parah. Sembuhkan dahulu infeksi yang terjadi baru melakukan seks.
Kalau wanita mengalami gangguan seperti ada perdarahan dan janin di dalam rahim mengalami gangguan pertumbuhan, seks tidak bisa dilakukan. Kalau pasangan ingin melakukan seks, lebih menunggu hingga bulan ketiga setelah persalinan. Sebelum itu seks hanya bisa dilakukan tanpa penetrasi.
Inilah beberapa waktu yang membuat Anda pantang melakukan seks. Semoga bisa menambah pengetahuan kita semua sehingga seks tetap bisa dilakukan dengan baik tanpa perlu mengganggu hal lainnya.
Aktivitas seks bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja asal aman dan kondisi tubuh sedang baik. Kalau kondisi tubuh sedang tidak memungkinkan, ada baiknya untuk menghindari seks terlebih dahulu. Selain itu, ada beberapa waktu tertentu yang pantang digunakan untuk aktivitas seks. Berikut selengkapnya.
Saat ada perdarahan vagina
Perdarahan yang terjadi pada wanita biasanya dipicu karena beberapa hal. Yang paling sering adalah endometriosis yang cukup parah dan mioma. Perdarahan ini muncul dengan sendirinya atau kalau ada penetrasi dari penis. Seks pada kondisi ini tidak disarankan karena bisa membuat wanita merasakan sakit yang cukup besar.
Sebelum pemeriksaan Pap Smear
Kalau wanita melakukan seks sebelum Pap Smear atau paling tidak 1-2 hari sebelumnya, bisa jadi ada perubahan pada struktur serviks. Hasil dari pemeriksaan Pap Smear bisa jadi bermasalah. Oleh karena itu jangan lakukan seks sebelum pemeriksaan. Kalau terlanjut melakukan seks, tunda hingga lebih dari 2 hari.
Setelah pembedahan
Meski seks tidak bisa dilakukan, bukan berarti pasangan tidak bisa melakukan apa-apa. Yang panting tidak melakukan penetrasi, saling merangsang atau melakukan masturbasi adalah salah satu cara yang direkomendasikan.
Saat ada infeksi pada vagina
Kalau pria tidak menggunakan kondom, kondisi bisa lebih parah. Sembuhkan dahulu infeksi yang terjadi baru melakukan seks.
Kehamilan sedang bermasalah
Kalau wanita mengalami gangguan seperti ada perdarahan dan janin di dalam rahim mengalami gangguan pertumbuhan, seks tidak bisa dilakukan. Kalau pasangan ingin melakukan seks, lebih menunggu hingga bulan ketiga setelah persalinan. Sebelum itu seks hanya bisa dilakukan tanpa penetrasi.
Inilah beberapa waktu yang membuat Anda pantang melakukan seks. Semoga bisa menambah pengetahuan kita semua sehingga seks tetap bisa dilakukan dengan baik tanpa perlu mengganggu hal lainnya.
