Risiko Melakukan Seks Bebas Selain Infeksi HIV
Sabtu, 29 Februari 2020
Edit
DokterSehat.Com – Risiko dan dampak seks bebas tak pandang bulu karena bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Salah satu risiko yang paling banyak terjadi saat melakukan seks tanpa ikatan ini adalah infeksi HIV. Aktivitas yang dilakukan tanpa kondom bisa meningkatkan risiko HIV.
Berikut beberapa dampak seks bebas:
Seseorang yang sudah mengalami ketergantungan ini sedikit suah menjalin hubungan jangka panjang, Bahkan meski sudah menikah pun mereka akan tetap berusaha mendapatkan hal baru. Kondisi ini bisa memicu pertengkaran. Agar hal ini tidak terjadi, seorang yang terbiasa berganti pasangan lebih memilih tidak menikah.
HPV mudah sekali menular meski seks yang dilakukan akan seperti menggunakan kondom. Hal ini bisa terjadi karena virus tidak ditularkan melalui cairan kemaluan saja, tapi kontak fisik. Selama bagian kemaluan pria dan wanita bersentuhan virus HPV tetap saja bisa menular dan menyebabkan infeksi.
Berganti pasangan akan membuat seks tidak bisa menyesuaikan diri dengan keadaan. Tidak semua pasangan tahu apa yang bisa membuat seseorang lebih nikmat atau malah merasakan sakit. Akibat kondisi ini, kerusakan organ intim karena dampak seks bebas tidak bisa dihindari.
Seseorang yang terbiasa berganti-ganti pasangan akan merasa tidak senang dengan kehidupannya. Bahkan, dampak seks bebas akan membuat seseorang terus merasa sendiri, sehingga depresi yang akut bisa saja terjadi.
Penyakit itu terdiri dari gonore, klamidia, herpes, dan hepatitis. Penyakit yang ditularkan melalui seks yang tidak sehat ini bisa menginfeksi tubuh dan menyebabkan pelemahan organ. Pada kondisi yang parah seperti hepatitis juga bisa menyebabkan terjadinya kematian dengan cepat.
Itulah ulasan singkat mengenai dampak seks bebas, jadi sebisa mungkin jangan pernah melakukan seks bebas atau bergonta-ganti pasangan agar tak mengalami salah satu dari risiko di atas.
Dampak Seks Bebas, Bukan Hanya HIV
Selain HIV, sebenarnya ada banyak sekali risiko kesehatan yang akan dialami oleh pria dan juga wanita. Risiko ini mungkin tidak akan terlihat dengan jelas setiap saat. Namun, efek jangka panjangnya cukup menyeramkan.Berikut beberapa dampak seks bebas:
Ketergantungan dan susah diatasi
Seseorang yang sudah mengalami ketergantungan ini sedikit suah menjalin hubungan jangka panjang, Bahkan meski sudah menikah pun mereka akan tetap berusaha mendapatkan hal baru. Kondisi ini bisa memicu pertengkaran. Agar hal ini tidak terjadi, seorang yang terbiasa berganti pasangan lebih memilih tidak menikah.
Kanker serviks
HPV mudah sekali menular meski seks yang dilakukan akan seperti menggunakan kondom. Hal ini bisa terjadi karena virus tidak ditularkan melalui cairan kemaluan saja, tapi kontak fisik. Selama bagian kemaluan pria dan wanita bersentuhan virus HPV tetap saja bisa menular dan menyebabkan infeksi.
Kerusakan organ intim
Berganti pasangan akan membuat seks tidak bisa menyesuaikan diri dengan keadaan. Tidak semua pasangan tahu apa yang bisa membuat seseorang lebih nikmat atau malah merasakan sakit. Akibat kondisi ini, kerusakan organ intim karena dampak seks bebas tidak bisa dihindari.
Gangguan psikologi yang cukup parah
Seseorang yang terbiasa berganti-ganti pasangan akan merasa tidak senang dengan kehidupannya. Bahkan, dampak seks bebas akan membuat seseorang terus merasa sendiri, sehingga depresi yang akut bisa saja terjadi.
Tertular penyakit kronis lainnya
Penyakit itu terdiri dari gonore, klamidia, herpes, dan hepatitis. Penyakit yang ditularkan melalui seks yang tidak sehat ini bisa menginfeksi tubuh dan menyebabkan pelemahan organ. Pada kondisi yang parah seperti hepatitis juga bisa menyebabkan terjadinya kematian dengan cepat.
Itulah ulasan singkat mengenai dampak seks bebas, jadi sebisa mungkin jangan pernah melakukan seks bebas atau bergonta-ganti pasangan agar tak mengalami salah satu dari risiko di atas.