Virus Ransomware Menyerang Hingga 100.000 Komputer di 99 Negara di Dunia
Sabtu, 13 Mei 2017
Edit
Tekhnologi Internet-Virus Ransomware Menyerang lebih 100.000 komputer di 99 negara di dunia virus penyebar virus ini meminta tebusan untuk membebaskan komputer yang terinveksi oleh virus Ransomware ini dengan meminta tebusan menggunakan Bitcoin sebagai tebusan,Virus Ransomware pada tahun kemarin juga membuat heboh dunia.
Peningkatan aktivitas malware diketahui mulai pukul 08:00 wib Jumat, perusahaan perangkat lunak keamanan Avast melaporkan, menambahkan bahwa pihaknya "dengan cepat meningkat menjadi penyebaran yang sangat besar."di lansir RT.com.
Dalam hitungan jam, lebih dari 75.000 serangan telah terdeteksi di seluruh dunia, kata perusahaan itu. Sementara itu, pelacak MalwareTech mendeteksi lebih dari 100.000 sistem yang terinfeksi selama 24 jam terakhir.virus Ransomware menyerang.
Puluhan negara di seluruh dunia telah di jangkiti virus Ransomware ini, dengan jumlah korban masih tumbuh, menurut penyedia multinasional cybersecurity and anti-virus, Lab Kaspersky.
Virus Ransomware kebanyakan menyerang komputer rumah sakit banyak komputer di rumah sakit di dunia terserang virus tersebut hingga mengakibatkan kekacauan pelayanan rumah sakit menjadi kacau bahkan antrian di rumah sakit mengular banyak.
Inggris dan Spanyol termasuk negara yang terkena virus ransomware di antara negara-negara pertama yang secara resmi mengakui serangan tersebut. Di Spanyol, selain raksasa telekomunikasi, Telefonica, sejumlah besar perusahaan lain telah terinfeksi dengan perangkat lunak berbahaya tersebut, Reuters melaporkan.
Virus ini dikatakan menyerang komputer di jaringan internal, seperti yang terjadi pada Telefonica, tanpa mempengaruhi klien.
Di negara Rusia Komputer di Kementerian Dalam Negeri Rusia telah terinfeksi malware, kementerian tersebut mengatakan pada hari Jumat malam juga terkena virus Ransomware.
Sekitar 1.000 komputer yang dioperasikan Windows terpengaruh, yang kurang dari satu persen dari jumlah keseluruhan komputer semacam itu di kementerian, kata juru bicara Irina Volk dalam sebuah pernyataan.Virus telah di isolasi untuk langkah penghilangan virus Ransomware.
Virus ini rupanya versi upgrade dari ransomware yang pertama kali muncul pada bulan Februari. Dipercaya hanya mempengaruhi komputer yang dioperasikan Windows, ia mengubah nama ekstensi file yang terpengaruh.
Pada tahun lalu sejumlah negara juga mengalami serangan Virus Ransomware ini dan si pembuat virus meminta tebusan sebesar $300 atau dengan menggunakan Bitcoin dan melepaskan virus Ransomware dari komputer korban.