Bentrok Militer Filipina Menewaskan 31 Militan Maute di Marawi

Militer Filipina bentrok dengan Maute di Marawi

Filipina-Bentrok Militer Filipina Menewaskan 31 Militan Maute di Marawi kamis pagi sampai malam hari 25/5/2017,tentara serta polisi filipina terus mengejar kelompok bersenjata di kota Marawi filipina,setelah pada hari selasa kemarin militan Maute melakukan pembakaran dan rusuh di kota Marawi.

Sedikitnya 31 anggota kelompok teroris Maute terbunuh dalam baku tembak yang sedang berlangsung di Kota Marawi, Komando Mindanao Filipina Angkatan Darat Filipina wesmincom mengatakan pada hari Kamis,

Dalam sebuah pernyataan, Komandan wesmincom mengatakan bahwa 13 anggota kelompok Maute lainnya tewas dalam baku tembak 2 jam pada Kamis pagi saat pasukan pemerintah menyisir lokasi jembatan yang menuju daerah Bangulo Marawi kemarin sore.

"Sampai laporan ini, 31 teroris sudah dinetralisir dan 6 senjata api bertenaga tinggi ditemukan oleh pasukan," kata Brigadir Jenderal Rolly Bautista, kepala Satuan Tugas Gabungan ZamPeLan.

Lebih lanjut Brigadir Jenderal Rolly Bautista mengatakan""Pasukan kami melakukan operasi yang disengaja di daerah yang kami yakini masih sibuk atau penuh dengan kehadiran teroris. Saya secara khusus memerintahkan tentara kami untuk menemukan dan menghancurkan para teroris ini sesegera mungkin," katanya di lansir AFP.

Sebanyak Enam tentara lagi tewas dalam bentrokan baru Kamis pagi, yang menyebabkan korban tewas di pihak pemerintah menjadi 13 orang, menyusul kematian lima tentara dan dua petugas polisi pada awal pekan ini.Sementara itu, 16 warga sipil diselamatkan dalam operasi pembersihan di Barangay Kilala.

"Sekali lagi kami memanggil orang-orang di komunitas untuk bergabung dalam memerangi terorisme. Berikan informasi kepada pasukan keamanan Anda yang akan memberi kontribusi pada netralisasi agen kematian dan penghancuran ini," kata Letnan Jenderal Carlito Galvez Jr., komandan wesmincom.

Bentrokan antara militan Maute dan tentara Filipina meletus pertama kali pada hari selasa setelah para ekstremis membakar beberapa bangunan dan melawan pasukan pemerintah, meninggalkan 7 tentara negara bagian dan 13 pejuang Maute tewas.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...