Awas, Makanan Ini Bisa Picu Kolesterol Tinggi Pada Anak
Kamis, 18 Juli 2019
Edit
DokterSehat.Com– Siapa bilang kolesterol tinggi hanya akan terjadi pada para lansia saja. Memang, mereka yang sudah berusia dewasa atau berusia lanjut lebih berisiko terkena masalah kesehatan ini, namun jika anak-anak menerapkan gaya hidup tidak sehat, bisa jadi mereka juga akan mengalami masalah kesehatan yang sama. Salah satu penyebabnya adalah jika mereka menerapkan pola makan yang tidak sehat.
Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak jahat di dalam makanan cepat saji dan gorengan yang sangat tinggi. Jika makanan-makanan ini sering dikonsumsi oleh anak-anak, maka kadar kolesterol di dalam tubuh semakin meningkat dan akhirnya memicu penumpukan plak di dalam pembuluh darah.
Selain itu, gorengan dan makanan cepat saji cenderung memiliki kadar kalori yang tinggi. Jika dikonsumsi setiap hari, maka berat badan bisa naik dan risiko untuk terkena masalah obesitas juga akan semakin meningkat. Padahal, obesitas juga bisa memicu masalah kolesterol tinggi.
Berikut adalah makanan-makanan tersebut.
Sebagai informasi, jika kita mengonsumsi telur puyuh 100 gram saja, sudah bisa mendapatkan sekitar 844 mg kolesterol. Padahal, asupan kolesterol sebaiknya dibatasi maksimal 300 mg saja dalam sehari.
Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan 1.085 mg kolesterol di dalam 100 gram kuning telur. Beruntung, pakar kesehatan menyebut mengonsumsi telur satu atau dua butir setiap hari sebenarnya masih aman bagi kondisi tubuh.
Selain itu, terlalu sering mengonsumsinya juga bisa memicu kenaikan tekanan darah. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar natrium di dalamnya. Bahkan, ada sebagian pakar kesehatan yang menyebut konsumsi daging olahan secara rutin juga bisa memicu kenaikan risiko kanker mengingat adanya kandungan bahan kimia di dalamnya.
Makanan yang bisa membuat anak mengalami kolesterol tinggi
Pakar kesehatan menyebut banyak anak-anak yang kurang menyukai makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan. Mereka cenderung lebih suka dengan makanan yang gurih dan nikmat seperti makanan cepat saji atau gorengan. Masalahnya adalah makanan-makanan ini ternyata bisa meningkatkan risiko terkena kolesterol tinggi.Hal ini disebabkan oleh kandungan lemak jahat di dalam makanan cepat saji dan gorengan yang sangat tinggi. Jika makanan-makanan ini sering dikonsumsi oleh anak-anak, maka kadar kolesterol di dalam tubuh semakin meningkat dan akhirnya memicu penumpukan plak di dalam pembuluh darah.
Selain itu, gorengan dan makanan cepat saji cenderung memiliki kadar kalori yang tinggi. Jika dikonsumsi setiap hari, maka berat badan bisa naik dan risiko untuk terkena masalah obesitas juga akan semakin meningkat. Padahal, obesitas juga bisa memicu masalah kolesterol tinggi.
Makanan-makanan lain yang bisa memicu masalah kolesterol tinggi
Selain makanan cepat saji dan gorengan yang memang dikenal luas sebagai makanan yang tidak sehat, pakar kesehatan menyebut ada beberapa makanan lain yang sebaiknya dibatasi konsumsinya demi mencegah masalah kolesterol tinggi.Berikut adalah makanan-makanan tersebut.
Telur puyuh
Sebagai informasi, jika kita mengonsumsi telur puyuh 100 gram saja, sudah bisa mendapatkan sekitar 844 mg kolesterol. Padahal, asupan kolesterol sebaiknya dibatasi maksimal 300 mg saja dalam sehari.
Kuning telur
Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan 1.085 mg kolesterol di dalam 100 gram kuning telur. Beruntung, pakar kesehatan menyebut mengonsumsi telur satu atau dua butir setiap hari sebenarnya masih aman bagi kondisi tubuh.
Cumi
Daging olahan
Selain itu, terlalu sering mengonsumsinya juga bisa memicu kenaikan tekanan darah. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar natrium di dalamnya. Bahkan, ada sebagian pakar kesehatan yang menyebut konsumsi daging olahan secara rutin juga bisa memicu kenaikan risiko kanker mengingat adanya kandungan bahan kimia di dalamnya.
Kerang
