Dampak Hobi Mengonsumsi Olahan Usus
Sabtu, 20 Juli 2019
Edit
DokterSehat.Com– Masyarakat Indonesia dikenal memiliki budaya kuliner yang sangat kuat. Disini, kita bisa mengonsumsi berbagai macam masakan yang unik dengan rasa yang nikmat. Salah satu olahan yang paling disukai oleh masyarakat adalah usus. Usus sebenarnya termasuk dalam jeroan dari hewan. Meski biasanya memiliki tekstur yang kenyal dan alot, dalam realitanya banyak orang yang menyukainya. Hanya saja, apakah hobi makan usus bisa berbahaya bagi kesehatan?
Masalahnya adalah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan kita untuk membatasi konsumsi kolesterol maksimal 300 mg saja. Hal ini berarti, jika kita mengonsumsi usus lebih banyak dari 30 gram atau juga mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol lainnya, besar kemungkinan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh akan meningkat.
Keberadaan kolesterol jahat ini tak hanya akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Hal ini juga akan menyebabkan gangguan pencernaan.
Selain itu, sudah menjadi rahasia umum jika hobi mengonsumsi jeroan seperti usus akan meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat. Hal ini disebabkan oleh kandungan purin di dalamnya yang sangat tinggi. Jika sampai kita terkena penyakit ini, maka persendian akan rentan terkena nyeri yang tentu akan membuat kita kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.
Berikut adalah berbagai macam dampak tersebut.
Pakar kesehatan menyebut beberapa jenis racun yang bisa ditemukan di dalam jeroan layaknya kadmium, arsenik, timah, selenium, dan lain-lain. Demi menjaga kesehatan, sebaiknya memang kita membatasi konsumsi jeroan demi mencegah berbagai kandungan beracun ini masuk ke dalam tubuh.
Selain itu, jika sampai usus tidak diolah dengan baik, bisa jadi masih ada banyak bakteri yang tertinggal dan menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut.
Berbagai dampak dari kebiasaan makan olahan usus
Pakar kesehatan menyebut usus cenderung gurih dan berlemak sehingga membuat banyak orang ketagihan untuk sering mengonsumsinya. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut olahan usus termasuk tinggi kandungan kolesterol. Sebagai informasi, jika kita mengonsumsi usus sebanyak 30 gram saja, maka kita sudah mendapatkan kolesterol sebanyak 165 mg.Masalahnya adalah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan kita untuk membatasi konsumsi kolesterol maksimal 300 mg saja. Hal ini berarti, jika kita mengonsumsi usus lebih banyak dari 30 gram atau juga mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol lainnya, besar kemungkinan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh akan meningkat.
Keberadaan kolesterol jahat ini tak hanya akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Hal ini juga akan menyebabkan gangguan pencernaan.
Selain itu, sudah menjadi rahasia umum jika hobi mengonsumsi jeroan seperti usus akan meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat. Hal ini disebabkan oleh kandungan purin di dalamnya yang sangat tinggi. Jika sampai kita terkena penyakit ini, maka persendian akan rentan terkena nyeri yang tentu akan membuat kita kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.
Dampak lain dari kebiasaan mengonsumsi jeroan seperti usus
Tak hanya bisa memicu kolesterol tinggi dan penyakit asam urat, pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali dampak kesehatan yang akan didapatkan jika kita hobi mengonsumsi jeroan seperti usus.Berikut adalah berbagai macam dampak tersebut.
Jeroan memiliki kandungan beracun
Pakar kesehatan menyebut beberapa jenis racun yang bisa ditemukan di dalam jeroan layaknya kadmium, arsenik, timah, selenium, dan lain-lain. Demi menjaga kesehatan, sebaiknya memang kita membatasi konsumsi jeroan demi mencegah berbagai kandungan beracun ini masuk ke dalam tubuh.
Bisa meningkatkan infeksi parasit
Bisa memicu gangguan pencernaan
Selain itu, jika sampai usus tidak diolah dengan baik, bisa jadi masih ada banyak bakteri yang tertinggal dan menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut.
Menyebabkan masalah kulit
