Awas, Lemak Junk Food Bisa Mencapai Otak!
Sabtu, 11 Mei 2019
Edit
DokterSehat.Com– Meski rasanya enak dan digemari oleh banyak orang, dalam realitanya junk food atau makanan cepat saji bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan lemak jenuh di dalamnya. Jika dikonsumsi dengan berlebihan, lemak jenuh bisa menyebabkan datangnya masalah pada jantung dan pembuluh darah.
Memang, penelitian ini masih menggunakan tikus percobaan, namun para peneliti yakin jika dampaknya bisa sama jika terjadi di dalam tubuh manusia. Hal ini pun akan mempengaruhi bagian hipotalamus otak, bagian yang mengendalikan emosi. Dampaknya adalah, kita bisa mengalami depresi atau gangguan fungsi otak lainnya!
Profesor George Baillie, pemimpin dari penelitian ini menyebut sudah sejak lama diketahui bahwa obat anti depresan yang digunakan untuk mengatasi depresi atau masalah mental lainnya cenderung kurang manjur diberikan pada mereka yang mengalami obesitas. Hal ini ternyata terkait dengan tingginya tumpukan lemak di dalam tubuh, termasuk di bagian otak.
Melihat fakta ini, sebaiknya memang tidak sembarangan mengonsumsi junk food. Mengonsumsinya sesekali boleh-boleh saja dilakukan, namun jika dilakukan setiap hari, bisa jadi risiko untuk terkena berbagai macam masalah kesehatan bisa meningkat.
Berikut adalah beberapa diantaranya.
Kandungan di dalam junk food disebut-sebut bisa mengganggu reaksi kimia pada otak yang akhirnya menyebabkan peradangan. Hal inilah yang kemudian menurunkan fungsinya.
Bahaya lemak jenuh di dalam junk food
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di University of Glasgow, Skotlandia menghasilkan fakta mengejutkan lainnya tentang junk food. Kandungan lemak jenuhnya ternyata tidak hanya akan memasuki aliran darah dan merusak jantung atau pembuluh darah. Lemak ini bahkan bisa mencapai otak dan bisa menyebabkan dampak kesehatan yang jauh lebih parah!Memang, penelitian ini masih menggunakan tikus percobaan, namun para peneliti yakin jika dampaknya bisa sama jika terjadi di dalam tubuh manusia. Hal ini pun akan mempengaruhi bagian hipotalamus otak, bagian yang mengendalikan emosi. Dampaknya adalah, kita bisa mengalami depresi atau gangguan fungsi otak lainnya!
Profesor George Baillie, pemimpin dari penelitian ini menyebut sudah sejak lama diketahui bahwa obat anti depresan yang digunakan untuk mengatasi depresi atau masalah mental lainnya cenderung kurang manjur diberikan pada mereka yang mengalami obesitas. Hal ini ternyata terkait dengan tingginya tumpukan lemak di dalam tubuh, termasuk di bagian otak.
Melihat fakta ini, sebaiknya memang tidak sembarangan mengonsumsi junk food. Mengonsumsinya sesekali boleh-boleh saja dilakukan, namun jika dilakukan setiap hari, bisa jadi risiko untuk terkena berbagai macam masalah kesehatan bisa meningkat.
Berbagai dampak buruk junk food lainnya
Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali dampak buruk dari junk food jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu sering.Berikut adalah beberapa diantaranya.
Bisa merusak fungsi memori
Kandungan di dalam junk food disebut-sebut bisa mengganggu reaksi kimia pada otak yang akhirnya menyebabkan peradangan. Hal inilah yang kemudian menurunkan fungsinya.
Meningkatkan risiko terkena demensia
Sulit mengendalikan pola makan
Bisa memicu gangguan pencernaan
Bisa merusak ginjal
Bisa merusak hati
