7 Cara Mudah Mengontrol Gula Darah Saat Puasa
Selasa, 07 Mei 2019
Edit
DokterSehat.Com – Gula darah adalah hal yang harus diperhatikan oleh mereka yang mengalami diabetes atau memiliki riwayat penyakit ini dari keluarga. Saat puasa, mereka harus memperhatikan gula darah dengan baik agar tidak naik signifikan atau malah anjlok cukup banyak. Gula darah yang tidak stabil akan membuat tubuh jadi tidak nyaman dan puasa mengalami gangguan.
Kenaikan gula darah di dalam tubuh bisa naik karena kebiasaan kita makan sesuatu yang manis saat berbuka puasa. Biasanya kita makan kurma atau aneka es yang menyebabkan gula darah di dalam tubuh meningkat. Selain itu, karena menahan lapar seharian, kita jadi sering kalap makan.
Selain karena kebiasaan makan kita yang sangat buruk, ada beberapa hal lain yang menyebabkan kenaikan gula darah. Penyebab itu adalah tubuh kita sendiri. Saat puasa dan tidak mengonsumsi makanan, level insulin akan menurun. Dampaknya tubuh melepas gula yang disimpan di hati dan darah jadi dipenuhi glukosa.
Karena tubuh cenderung memiliki gula darah yang tinggi saat puasa, kita disarankan untuk bisa mengontrolnya. Kalau kita bisa mengontrol gula darah dengan baik, tubuh bisa lebih mudah mengendalikannya dan kondisi diabetes tidak muncul atau kambuh.
Sebenarnya olahraga justru membantu seseorang untuk mengatasi masalah gula darah yang dimiliki. Saat berolahraga sensitivitas insulin akan naik. Selain itu tubuh juga membantu otot untuk menggunakan gula di dalam darah. Tetap lakukan olahraga setiap harinya meski intensitasnya rendah. Lakukan jelang berbuka puasa atau setelah tarawih.
Sebisa mungkin untuk menghindari makanan yang terlalu manis atau apa saja yang terbuat dari olahan beras. Anda masih boleh memakannya, tapi dalam jumlah yang sangat terbatas. Ganti makanan untuk takjil dengan buah atau sesuatu yang tidak terlalu berat.
Serat juga membuat penyerapan gula di dalam tubuh tidak berjalan cepat. Dampaknya, gula darah di dalam tubuh bisa lebih terkontrol dan tidak memicu kondisi diabetes.
Kalau belum kuat minum sehari 8 gelas, biasakan sedikit demi sedikit. Hindari minum yang manis-manis dahulu. Penuhi kebutuhan air putih baru yang lain.
Setelah berbagai aktivitas dilakukan, baru Anda bisa makan besar meski tetap harus dikontrol jumlahnya. Kalau tetap banyak yang dimakan tetap saja percuma.
Kadar GI yang tinggi biasanya berjenis nasi putih, gula, tepung-tepungan, atau buah yang terlalu manis.
Meski sedang menjalani puasa, pastikan untuk tetap tidur minimal 7 jam dalam sehari. Kalau Anda harus bangun sahur, segera beristirahat saat malam hari. Jangan begadang kalau tidak dibutuhkan. Anda juga bisa mencuri waktu istirahat siang untuk tidur sebentar dan membuat tubuh tidak terlalu lelah.
Dengan memperhatikan cara mengontrol gula darah di atas, Anda bisa dengan mudah mengontrolnya saat puasa. Dampaknya, Anda bisa menjalankan puasa dengan lebih nyaman dan tidak terlalu lemas atau malah mengalami gangguan tubuh lainnya. Semoga ulasan di atas bermanfaat.
Kenaikan gula darah saat puasa
Saat melakukan puasa beberapa orang malah mengalami kenaikan gula darah di dalam tubuhnya. Kenaikan ini menyebabkan gangguan atau hanya sekadar membuat tubuh jadi tidak nyaman.Kenaikan gula darah di dalam tubuh bisa naik karena kebiasaan kita makan sesuatu yang manis saat berbuka puasa. Biasanya kita makan kurma atau aneka es yang menyebabkan gula darah di dalam tubuh meningkat. Selain itu, karena menahan lapar seharian, kita jadi sering kalap makan.
Selain karena kebiasaan makan kita yang sangat buruk, ada beberapa hal lain yang menyebabkan kenaikan gula darah. Penyebab itu adalah tubuh kita sendiri. Saat puasa dan tidak mengonsumsi makanan, level insulin akan menurun. Dampaknya tubuh melepas gula yang disimpan di hati dan darah jadi dipenuhi glukosa.
Karena tubuh cenderung memiliki gula darah yang tinggi saat puasa, kita disarankan untuk bisa mengontrolnya. Kalau kita bisa mengontrol gula darah dengan baik, tubuh bisa lebih mudah mengendalikannya dan kondisi diabetes tidak muncul atau kambuh.
Cara mengontrol gula darah saat puasa
Puasa memiliki banyak manfaat untuk tubuh termasuk melakukan detoks dan menurunkan berat badan. Kalau Anda melakukan puasa dengan salah, kemungkinan besar akan membuat tubuh jadi tidak sehat. Lakukan beberapa cara di bawah ini untuk mengontrol gula darah.Melakukan latihan rutin
Sebenarnya olahraga justru membantu seseorang untuk mengatasi masalah gula darah yang dimiliki. Saat berolahraga sensitivitas insulin akan naik. Selain itu tubuh juga membantu otot untuk menggunakan gula di dalam darah. Tetap lakukan olahraga setiap harinya meski intensitasnya rendah. Lakukan jelang berbuka puasa atau setelah tarawih.
Memperhatikan asupan karbohidrat
Sebisa mungkin untuk menghindari makanan yang terlalu manis atau apa saja yang terbuat dari olahan beras. Anda masih boleh memakannya, tapi dalam jumlah yang sangat terbatas. Ganti makanan untuk takjil dengan buah atau sesuatu yang tidak terlalu berat.
Meningkatkan konsumsi serat pangan
Serat juga membuat penyerapan gula di dalam tubuh tidak berjalan cepat. Dampaknya, gula darah di dalam tubuh bisa lebih terkontrol dan tidak memicu kondisi diabetes.
Selalu menjaga asupan air
Kalau belum kuat minum sehari 8 gelas, biasakan sedikit demi sedikit. Hindari minum yang manis-manis dahulu. Penuhi kebutuhan air putih baru yang lain.
Tidak makan dalam jumlah banyak secara langsung
Setelah berbagai aktivitas dilakukan, baru Anda bisa makan besar meski tetap harus dikontrol jumlahnya. Kalau tetap banyak yang dimakan tetap saja percuma.
Menyeleksi makanan sesuai GI
Kadar GI yang tinggi biasanya berjenis nasi putih, gula, tepung-tepungan, atau buah yang terlalu manis.
Selalu memperhatikan tidur
Meski sedang menjalani puasa, pastikan untuk tetap tidur minimal 7 jam dalam sehari. Kalau Anda harus bangun sahur, segera beristirahat saat malam hari. Jangan begadang kalau tidak dibutuhkan. Anda juga bisa mencuri waktu istirahat siang untuk tidur sebentar dan membuat tubuh tidak terlalu lelah.
Dengan memperhatikan cara mengontrol gula darah di atas, Anda bisa dengan mudah mengontrolnya saat puasa. Dampaknya, Anda bisa menjalankan puasa dengan lebih nyaman dan tidak terlalu lemas atau malah mengalami gangguan tubuh lainnya. Semoga ulasan di atas bermanfaat.