Polisi China Perintahkan Muslim Uighur Untuk Menyerahkan Al quran Dan Sajadah Jika Tidak Mereka Akan Dihukum
Jumat, 29 September 2017
Edit
China,Polisi China memerintahkan umat Islam untuk menyerahkan semua salinan Alquran dan sajadah atau menghadapi hukuman yang keras,pihak berwenang di Xinjiang china telah perintahkan orang orang muslim Uighur untuk segera menyerahkan barang barang yang berkaitan dengan simbol simbol agama islam,menurut laporan media lokal jika polisi menemukan barang tersebut maka warga muslim Uighur akan di hukum dengan keras.
Menurut sumber di wilayah tersebut pejabat telah memperingatkan lingkungan dan masjid bahwa keluarga etnis minoritas Uighur dipaksa menyerahkan barang-barang keagamaan termasuk al-Quran dan sajadah,Mereka menghadapi hukuman berat jika barang tersebut ditemukan.
Juru bicara kelompok Kongres Uighur Dunia Dilxat Raxit mengatakan bahwa mereka menerima sebuah pemberitahuan yang mengatakan bahwa setiap etnis Uyghur harus menyerahkan barang-barang yang berhubungan dengan Islam dari rumah mereka sendiri,Menurut Radio Free Asia laporan itu juga telah muncul dari Kashgar Hotan dan wilayah lain dari praktik serupa mulai minggu lalu.
Salinan Alquran dan barang-barang terkait harus diserahkan ke otoritas pemerintah dan akan ada pemberitahuan yang disiarkan melalui WeChat,aplikasi media sosial China yang paling populer di negara china,Perintah tersebut juga berlaku untuk etnis Kazakh dan Kyrgyz Muslim kata radio Radio Free Asia.
Menurut pejabat setempat pihak berwenang Xinjiang awal tahun ini mulai menghapus semua alquran yang diterbitkan lebih dari lima tahun yang lalu karena kandungan ekstremis,Operasi ini melarang publisitas 'ilegal', aktivitas keagamaan pengajaran agama dan barang-barang yang diyakini sebagai alat terorisme termasuk benda yang mudah terbakar.
Asosiasi Amerika Uighur mengatakan dalam sebuah siaran pers baru-baru ini bahwa China telah memperkenalkan peraturan baru yang selanjutnya mengkriminalkan praktik dan kepercayaan keagamaan.
Proyek Hak Asasi Manusia Uighur telah meminta China untuk menghormati standar hak asasi manusia internasional mengenai kebebasan beragama dan untuk mengakhiri penargetan orang muslim Uighur.dikutip media Independent.