Korea Utara Membebaskan Mahasiswa Amerika Serikat Dalam Keadaan Koma
Rabu, 14 Juni 2017
Edit
Korea Utara-Seorang mahasiswa Amerika yang dibebaskan dari penjara Korea Utara akhirnya pulang tetapi dalam keadaan koma dan menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Ohio dimana dia dibawa sesaat setelah tiba di negaranya Amerika Serikat.
Sebuah pesawat yang membawa Otto Warmbier, yang berasal dari Ohio, mendarat di Cincinnati pada Selasa malam. 22 tahun kemudian dibawa dengan ambulans ke University of Cincinnati Medical Center.Warmbier menjalani masa hukuman 15 tahun dengan kerja paksa di Korea Utara karena tuduhan melakukan tindakan anti-negara.
Warmbier,seorang sarjana University of Virginia divonis bersalah dan dihukum dalam persidangan satu jam di Mahkamah Agung Korea Utara pada bulan Maret 2016 Dia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena kerja keras untuk melakukan subversi setelah dia dengan sungkan mengakui bahwa dia telah mencoba untuk membentangkan sebuah spanduk Propoganda menentang pemerintahan Korea utara.
Orangtua Warmbier, Fred dan Cindy Warmbier, mengatakan bahwa mereka diberitahu bahwa dia telah dalam keadaan koma sejak persidangannya, saat dia terakhir kali terlihat di depan umum, dan mereka telah mengetahui hal ini hanya satu minggu yang lalu.
"Kami ingin dunia tahu bagaimana kita dan anak kita telah disiksa dan diteror oleh rezim paria" di Korea Utara, kata orang tua Warmbier. "Kami sangat bersyukur akhirnya dia bersama orang-orang yang mencintainya."Di kutip media CBC News.
Mengamankan pembebasan Warmbier "menjadi prioritas besar" bagi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang bekerja sangat keras dan sangat dekat dengan Sekretaris Negara Rex Tillerson, kata juru bicara Sarah Huckabee Sanders.
Dilaporkan ada tiga warga negara AS lainnya yang ditahan di Korea Utara diantara nya mereka.dilansir media BBC.
Kim Dong-chul, seorang warga negara AS keturunan Korea, berusia 62 tahun, dijatuhi hukuman kerja paksa selama 10 tahun pada April 2016 atas tuduhan mata-mata.
Profesor keturunan Korea-Amerika Kim Sang-duk (atau Tony Kim) ditahan pada bulan April 2017. Alasan penangkapannya belum jelas.
Kim Hak-song, seperti Kim Sang-duk, bekerja di Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang (PUST) dan ditahan pada Mei 2017 untuk "tindakan memusuhi" terhadap negara itu.