Ikut Demo Kelangkaan BBM,Remaja Ini Harus Kehilangan Kedua Mata Akibat Terkena Tembakan Polisi

Rufo Valendria

Venezuela,Ikut demo kelangkaan BBM,remaja ini harus kehilangan kedua matanya akibat terkena tembakan senapan angin polisi,Rufo Valendria remaja 16 tahun mengalami buta permanen setelah dia terkena tembakan aparat kepolisian yang membubarkan demo kelangkaan BBM di kota Taribia negara Venezuela.

Nasib nahas dialami oleh remaja 16 tahun Rufo Valendria dia terpaksa kehilangan kedua bola mata akibat tembakan senapan angin yang mengenai kedua bola matanya,Rufo Valendria ikut demo di kota Taribia Venezuela bersama ratusan warga lainnya,Polisi membubarkan demo secara paksa dengan memukuli dan menembaki para pendemo.

Rufo Valendria bersama ratusan warga lainnya melakukan demo di jalanan menuntut kelangkaan bbm di kotanya Taribia,BBM di Venezuela sangat susah dicari oleh warga setempat dalam beberapa bulan ini,Meski ada namun pasokan BBM di kota tersebut sangat sedikit dan pembelian dibatasi,Aparat kepolisian harus menjaga setiap lokasi SPBU yang ada.

Merasa kesal warga melakukan demonstrasi menuntut agar stok bbm di kota tersebut segera dipenuhi tetapi demo warga dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian hingga terjadi bentrok warga dengan polisi warga berhamburan melarikan diri menyelamatkan dirinya saat petugas polisi memukuli dan mulai menembaki dengan senapan angin.

Ikut Demo Kelangkaan BBM,Remaja Ini Harus Kehilangan Kedua Mata Akibat Terkena Tembakan Polisi

Nahas remaja berusia 16 tahun Rufo Valendria tidak ikut melarikan diri saat petugas menembaki para pendemo,Rufo Valendria tertembak dibagian kedua mata hingga matanya berlumuran darah,di dalam video yang beredar di media sosial terlihat remaja tersebut tidak lari sementara yang lainnya berlarian

Remaja tersebut dilarikan ke rumah sakit setempat,seorang dokter spesialis mata mengatakan bahwa anak itu harus kehilangan pengelihatan matanya setelah terkena peluru senapan angin,Rufo Valendria harus menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di matanya.

Presiden Defacto Juan Guaido mengecam kekerasan itu,dengan mengatakan Kami tidak akan terbiasa dengan itu,kami tidak akan berhenti menyebut mereka pembunuh kami juga tidak akan terbiasa dengan tindakan sadis terhadap mata Rufo.

Pejabat setempat membenarkan peristiwa tersebut dan telah menahan beberapa orang polisi yang melakukan tindakan brutal terhadap para pendemo.

Warga di negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu telah menghabiskan berjam-jam dan dalam beberapa kasus berhari-hari antri untuk membeli bbm,dalam beberapa pekan terakhir karena penurunan produksi kilang dan terhentinya impor telah menambah kekacauan kehancuran ekonomi negara Venezuela.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...