Telur Puyuh dan Dampaknya Bagi Kolesterol dan Asam Urat
Rabu, 08 Mei 2019
Edit
DokterSehat.Com– Salah satu bahan makanan yang cukup sering dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah telur puyuh. Telur dengan ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan telur ayam ini nikmat untuk dijadikan sate atau dijadikan campuran makanan lainnya. Hanya saja, ada anggapan yang menyebut telur puyuh bisa menyebabkan masalah kolesterol tinggi atau asam urat. Apakah anggapan ini sesuai dengan fakta medis?
Sayangnya, pakar kesehatan menyebut telur puyuh memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Sebagai informasi, di dalam 5 butir telur puyuh, kita bisa mendapatkan 1,6 gr lemak jenuh, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah lemak jenuh di dalam sebutir telur ayam yang hanya 1,5 gram.
Masalahnya adalah kebanyakan orang sangat menyukai rasa telur puyuh sehingga bisa mengonsumsinya dalam jumlah yang lebih banyak. Hal inilah yang akhirnya membuat asupan lemak jenuh meningkat. Padahal, jika kita mengonsumsi lemak jenuh dalam jumlah yang banyak, maka risiko mengalami kenaikan kadar kolesterol jahat juga akan ikut meningkat.
Hanya saja, respons tubuh setiap orang setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi seperti telur puyuh bisa berbeda-beda. Ada yang memang langsung mengalami kenaikan kadar kolesterol, namun banyak juga yang sama sekali tidak mengalaminya. Jika kita memang sebelumnya sudah mengalami masalah kolesterol tinggi, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak mengonsumsi telur puyuh dengan berlebihan.
Selain itu, penderita kolesterol tinggi juga sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi telur puyuh atau makanan tinggi lemak jenuh lainnya demi menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh.
Berikut adalah manfaat-manfaat kesehatan tersebut.
Mengena kandungan di dalam telur puyuh
Pakar kesehatan menyebut di dalam 5 butir telur puyuh terdapat lemak sebanyak 5 gram dan protein sebanyak 6 gram. Kita juga hanya akan menemukan sekitar 71 kalori di dalam lima butir telur puyuh. Jumlah ini terlihat sedikit dan aman bagi kesehatan, bukan?Sayangnya, pakar kesehatan menyebut telur puyuh memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi. Sebagai informasi, di dalam 5 butir telur puyuh, kita bisa mendapatkan 1,6 gr lemak jenuh, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah lemak jenuh di dalam sebutir telur ayam yang hanya 1,5 gram.
Masalahnya adalah kebanyakan orang sangat menyukai rasa telur puyuh sehingga bisa mengonsumsinya dalam jumlah yang lebih banyak. Hal inilah yang akhirnya membuat asupan lemak jenuh meningkat. Padahal, jika kita mengonsumsi lemak jenuh dalam jumlah yang banyak, maka risiko mengalami kenaikan kadar kolesterol jahat juga akan ikut meningkat.
Hanya saja, respons tubuh setiap orang setelah mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi seperti telur puyuh bisa berbeda-beda. Ada yang memang langsung mengalami kenaikan kadar kolesterol, namun banyak juga yang sama sekali tidak mengalaminya. Jika kita memang sebelumnya sudah mengalami masalah kolesterol tinggi, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak mengonsumsi telur puyuh dengan berlebihan.
Selain itu, penderita kolesterol tinggi juga sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi telur puyuh atau makanan tinggi lemak jenuh lainnya demi menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh.
Dampak makan telur puyuh bagi asam urat
Pakar kesehatan menyebut penderita asam urat masih diperbolehkan mengonsumsi telur puyuh. Hal ini disebabkan oleh kandungan purin di dalamnya yang ternyata tidak terlalu tinggi. Hanya saja, penderita telur puyuh sebaiknya tidak mengonsumsinya dengan berlebihan demi menjaga kadar purin di dalam tubuhnya tetap seimbang.Beberapa manfaat dari mengonsumsi telur puyuh
Jika dikonsumsi dengan frekuensi atau jumlah yang tepat, pakar kesehatan menyebut telur puyuh bisa memberikan manfaat kesehatan.Berikut adalah manfaat-manfaat kesehatan tersebut.
Bisa menambah stamina
Bisa mencegah anemia
Baik bagi kesehatan mata
Bisa mencegah datangnya kanker
Membantu proses detoksifikasi
