Bagaimana Menjalankan Puasa dengan Tubuh Obesitas?
Sabtu, 11 Mei 2019
Edit
DokterSehat.Com – Setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda. Ada yang bentuk tubuhnya ideal dan lemak di tubuhnya tidak banyak. Namun, tidak sedikit juga yang mengalami obesitas dan tubuhnya memiliki lapisan lemak yang tebal. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana seseorang dengan kondisi obesitas bisa menjalani puasa dengan sempurna?
Bagian tubuh yang diukur adalah lingkar perut, panggul, leher, hingga lingkar kaki dan tangan kalau dibutuhkan. Selain itu ukur juga berat badan secara akurat hingga akurasi 0,1 kilogram. Terakhir, perkirakan kadar lemak yang ada di dalam tubuh. Dengan mengetahui kadar lemaknya, kita bisa menyusun pola makan dengan tepat beserta kalorinya.
Lakukan penghitungan berapa kalori yang dibutuhkan setiap harinya. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi untuk mengukur berapa kalori harian yang harus dimakan dan mencatatnya. Dengan menggunakan aplikasi ini, jumlah kalori harian bisa diketahui dengan jelas sampai ke kandungan makro nutriennya.
Kalau bisa masak sendiri kita akan tahu apa saja yang ditambahkan ke masakan. Misal mengurangi garam, santan, dan gula. Anda bisa mengira-ira sendiri apa saja yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan agar kalori yang masuk tidak berlebihan.
Olahraga yang dilakukan secara rutin bisa membuat Anda tidak malas lagi. Bahkan setelah Lebaran bisa dilanjutkan lagi. Lakukan olahraga sore hari setelah berbuka puasa atau tarawih. Beberapa orang yang obesitas tidak bisa melakukannya saat pagi atau siang hari karena tubuhnya terasa sangat lemas.
Olahraga juga bisa dilakukan saat pagi hari setelah sahur atau beberapa jam menjelang berbuka puasa. Pada waktu ini tubuh tidak akan terlalu lemas dan udara tidak panas. Jadi, olahraga di luar ruangan pun bisa dilakukan.
Penuhi kebutuhan air dengan minum sebanyak 6-8 gelas air setiap hari. Bagi dengan seimbang mulai dari sahur, berbuka, dan akan tidur. Dengan kebutuhan air yang cukup, Anda tidak akan kalap atau balas dendam saat makan. Semuanya bisa dikontrol dengan sangat baik dan tepat.
Salah satu pemicu kenaikan berat badan saat puasa adalah banyaknya makanan yang dimakan khususnya yang manis. Meski ada pembatasan waktu makan, kita jadi makan apa saja dalam jumlah banyak dan cepat. Akhirnya tidak memikirkan masalah kalori dan menyebabkan tubuh mengalami surplus khususnya dari sesuatu yang manis baik makanan atau minuman.
Inilah beberapa hal yang harus Anda perhatikan kalau menjalani puasa dengan kondisi obesitas pada tubuh. Dengan melakukan beberapa hal di atas, puasa akan berjalan dengan lancar dan Anda tidak akan mengalami gangguan termasuk kenaikan berat badan yang terlalu besar. Semoga apa yang tertulis di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan.
Menjalankan puasa dengan kondisi obesitas
Semua orang yang beragama Islam dan sudah dewasa diwajibkan untuk melakukan puasa kalau mereka mampu. Semua orang dengan bentuk badan apa pun mulai dari kurus hingga obesitas harus puasa. Untuk mereka yang mengalami obesitas, puasa adalah momen yang tepat untuk menurunkan berat badan. Namun, beberapa orang malah semakin gemuk saat puasa. Lalu bagaimana puasa untuk mereka yang obesitas.Ukur tubuh terlebih dahulu
Bagian tubuh yang diukur adalah lingkar perut, panggul, leher, hingga lingkar kaki dan tangan kalau dibutuhkan. Selain itu ukur juga berat badan secara akurat hingga akurasi 0,1 kilogram. Terakhir, perkirakan kadar lemak yang ada di dalam tubuh. Dengan mengetahui kadar lemaknya, kita bisa menyusun pola makan dengan tepat beserta kalorinya.
Mengukur kebutuhan kalori harian
Lakukan penghitungan berapa kalori yang dibutuhkan setiap harinya. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi untuk mengukur berapa kalori harian yang harus dimakan dan mencatatnya. Dengan menggunakan aplikasi ini, jumlah kalori harian bisa diketahui dengan jelas sampai ke kandungan makro nutriennya.
Hanya makan apa yang dimasak sendiri
Kalau bisa masak sendiri kita akan tahu apa saja yang ditambahkan ke masakan. Misal mengurangi garam, santan, dan gula. Anda bisa mengira-ira sendiri apa saja yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan agar kalori yang masuk tidak berlebihan.
Melakukan olahraga secara rutin
Olahraga yang dilakukan secara rutin bisa membuat Anda tidak malas lagi. Bahkan setelah Lebaran bisa dilanjutkan lagi. Lakukan olahraga sore hari setelah berbuka puasa atau tarawih. Beberapa orang yang obesitas tidak bisa melakukannya saat pagi atau siang hari karena tubuhnya terasa sangat lemas.
Olahraga juga bisa dilakukan saat pagi hari setelah sahur atau beberapa jam menjelang berbuka puasa. Pada waktu ini tubuh tidak akan terlalu lemas dan udara tidak panas. Jadi, olahraga di luar ruangan pun bisa dilakukan.
Selalu memenuhi kebutuhan air
Penuhi kebutuhan air dengan minum sebanyak 6-8 gelas air setiap hari. Bagi dengan seimbang mulai dari sahur, berbuka, dan akan tidur. Dengan kebutuhan air yang cukup, Anda tidak akan kalap atau balas dendam saat makan. Semuanya bisa dikontrol dengan sangat baik dan tepat.
Memperbanyak serat dalam makanan
Membatasi apa saja yang manis
Salah satu pemicu kenaikan berat badan saat puasa adalah banyaknya makanan yang dimakan khususnya yang manis. Meski ada pembatasan waktu makan, kita jadi makan apa saja dalam jumlah banyak dan cepat. Akhirnya tidak memikirkan masalah kalori dan menyebabkan tubuh mengalami surplus khususnya dari sesuatu yang manis baik makanan atau minuman.
Inilah beberapa hal yang harus Anda perhatikan kalau menjalani puasa dengan kondisi obesitas pada tubuh. Dengan melakukan beberapa hal di atas, puasa akan berjalan dengan lancar dan Anda tidak akan mengalami gangguan termasuk kenaikan berat badan yang terlalu besar. Semoga apa yang tertulis di atas bisa Anda gunakan sebagai rujukan.
