5 Hal Ini Membuat Masyarakat Indonesia Malas Minum Susu
Kamis, 09 Mei 2019
Edit
DokterSehat.Com– Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 silam, disebutkan bahwa konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah, yakni sekitar 16,5 liter untuk setiap orang per tahun. Padahal, pemerintah menargetkan masyarakat untuk mengonsumsi 20 liter setiap tahunnya.
Jumlah konsumsi susu di Indonesia sangatlah rendah dibandingkan dengan konsumsi susu di Brunei Darussalam yang mencapai 120,1 liter per tahun per kapita, Malaysia yang mencapai 50,9 liter per tahun per kapita, dan Singapura yang mencapai 46,1 liter per kapita per tahun.
Berikut adalah beberapa penyebab minimnya konsumsi susu di Indonesia tersebut.
Selain itu, jika kita lebih cermat, sebenarnya ada pilihan susu rendah lemak atau susu bebas gula yang tentu akan jauh lebih aman untuk dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani diet. Selain itu, kita juga bisa memilih produk turunan susu lainnya seperti yoghurt yang tak kalah baik bagi kesehatan.
Sebagai contoh, kita bisa mendapatkan asupan protein, vitamin, mineral, hingga kalsium yang bisa memberikan manfaat kesehatan. Kandungan asam lemak yang sehat juga bisa mendukung kondisi saraf dan otak kita. Karena alasan inilah kita sebaiknya tidak lagi ragu untuk minum susu secara rutin.
Sementara itu, di berbagai wilayah lainnya seperti di Bengkulu, Gorontalo, Lampung, atau Papua, konsumsi susu masih cukup rendah karena faktor budaya tidak terbiasa minum susu dan faktor lain seperti ketersediaan susu.
Padahal, terdapat beberapa jenis produk susu nabati seperti susu kedelai atau susu almond yang tidak akan menyebabkan masalah kesehatan ini. Produk turunan susu seperti yoghurt juga sebenarnya masih aman untuk dikonsumsi penderita intoleransi laktosa.
Melihat fakta-fakta ini, sebaiknya kita mulai rutin minum susu demi membuat tubuh lebih sehat.
Jumlah konsumsi susu di Indonesia sangatlah rendah dibandingkan dengan konsumsi susu di Brunei Darussalam yang mencapai 120,1 liter per tahun per kapita, Malaysia yang mencapai 50,9 liter per tahun per kapita, dan Singapura yang mencapai 46,1 liter per kapita per tahun.
Beberapa hal yang membuat asupan susu di Indonesia masih rendah
Pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang membuat masyarakat Indonesia cenderung jarang minum susu meskipun harga susu cenderung terjangkau dan susu bisa ditemukan di mana saja.Berikut adalah beberapa penyebab minimnya konsumsi susu di Indonesia tersebut.
Adanya mitos yang keliru tentang susu
Selain itu, jika kita lebih cermat, sebenarnya ada pilihan susu rendah lemak atau susu bebas gula yang tentu akan jauh lebih aman untuk dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani diet. Selain itu, kita juga bisa memilih produk turunan susu lainnya seperti yoghurt yang tak kalah baik bagi kesehatan.
Ketersediaan susu yang belum benar-benar mencukupi kebutuhan masyarakat
Program minum susu masih belum maksimal
Sebagai contoh, kita bisa mendapatkan asupan protein, vitamin, mineral, hingga kalsium yang bisa memberikan manfaat kesehatan. Kandungan asam lemak yang sehat juga bisa mendukung kondisi saraf dan otak kita. Karena alasan inilah kita sebaiknya tidak lagi ragu untuk minum susu secara rutin.
Faktor budaya
Sementara itu, di berbagai wilayah lainnya seperti di Bengkulu, Gorontalo, Lampung, atau Papua, konsumsi susu masih cukup rendah karena faktor budaya tidak terbiasa minum susu dan faktor lain seperti ketersediaan susu.
Intoleransi laktosa masih dialami sebagian masyarakat Indonesia
Padahal, terdapat beberapa jenis produk susu nabati seperti susu kedelai atau susu almond yang tidak akan menyebabkan masalah kesehatan ini. Produk turunan susu seperti yoghurt juga sebenarnya masih aman untuk dikonsumsi penderita intoleransi laktosa.
Melihat fakta-fakta ini, sebaiknya kita mulai rutin minum susu demi membuat tubuh lebih sehat.