Warga Prancis Masih Melakukan Protes Kenaikan Harga BBM Hingga Kini

demo kenaikan BBM di Prancis

Prancis,Warga Prancis masih melakukan demonstrasi kenaikan harga BBM dan pajak hingga sekarang masih terus berlanjut,Warga yang memakai Rompi Kuning sebelumnya melakukan protes tiga kali dan hari Sabtu kemarin mereka melakukan protes untuk yang keempat kalinya,Dalam protes tersebut yang diikuti puluhan ribu orang menuntut kenaikan upah yang tinggi karena mahalnya biaya hidup di Prancis usai pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM dan pajak.

Polisi menembakkan tabung gas air mata pada pengunjuk rasa "rompi kuning" di pusat kota Paris pada hari Sabtu selama demonstrasi menentang tingginya biaya hidup,Seorang juru bicara polisi mengatakan kepada wartawan ada sekitar 1.500 pengunjuk rasa di Champs Elysees dan pihak berwenang mengatakan 127 orang telah ditahan setelah polisi menemukan senjata seperti palu dan senjata tajam lainnya.

Sekitar 8.000 polisi dikerahkan di Paris untuk menghindari pengulangan kekacauan Sabtu lalu, ketika perusuh membakar mobil dan menjarah toko-toko dari bulevar Champs Elysees, dan merusak monumen Arc de Triomphe dengan grafiti yang diarahkan pada Presiden Emmanuel Macron.

Para pengunjuk rasa 'Rompi Kuning' melanjutkan demonstrasi yang keempat kalinya dilakukan usai kenaikan harga BBM,Warga menilai biaya hidup di Prancis semakin tinggi usai kenaikan BBM dan pajak,Rentetan demo tersebut telah mengakibatkan empat orang tewas selama massa protes.

Pemerintah Prancis mengerahkan 89.000 pasukan keamanan termasuk 8.000 polisi di kota Paris untuk mencegah tindakan anarkis warga,Menara Eiffel dan tempat-tempat wisata lainnya telah ditutup dan toko-toko telah ditutup untuk menghindari penjarahan,dilansir media AFP.

Meski pemerintah telah membatalkan kenaikan harga BBM dan Pajak,Namun warga Prancis masih melakukan Demonstrasi,Warga menuntut biaya upah yang tinggi,harga BBM yang murah dan biaya listrik yang terjangkau,Protes masih terus dilakukan warga dengan memakai Rompi Kuning.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...