Hari Ibu Jatuh Pada Tanggal 22 Desember,Berikut Sejarah Kenapa Diperingati Hari Ibu
Jumat, 21 Desember 2018
Edit
Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.
Di Indonesia hari ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional oleh orang orang di Indonesia,Lantas kenapa hari ibu jatuh pada tanggal 22 Desember adakah sejarah tentang hari ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember oleh orang orang,Hari ibu juga diperingati diseluruh dunia ada 75 negara lain yang memperingati hari ibu,Banyak negara yang memperingati hari ibu disebagian negara Hari ibu jatuh pada pertengahan bulan Mei,Tak hanya hari ibu dibeberapa negara di dunia dan bagian Eropa juga memperingati hari perempuan sedunia yang jatuh tiap tanggal 8 Maret.
Sejarah Kenapa Hari Ibu Jatuh Pada Tanggal 22 Desember
Hari Ibu di Indonesia dirayakan secara nasional pada tanggal 22 Desember,Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara.
Kini,arti Hari Ibu telah banyak berubah,dimana hari tersebut kini diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu.Orang-orang saling bertukar hadiah dan menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi,seperti lomba memasak dan memakai kebaya.
Hari Ibu di Indonesia dirayakan secara nasional pada tanggal 22 Desember,Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama,yang digelar dari 22 hingga 25 Desember 1928.
Kongres ini diselenggarakan di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran,yang kini merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl. Brigjen Katamso,Yogyakarta. Kongres ini dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera.
Di Indonesia,organisasi wanita telah ada sejak 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia pada abad ke-19 seperti Kartini, Martha Christina Tiahahu,Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis,Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan,Rasuna Said, dan sebagainya,Kongres dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.
