Susahnya Cari Pekerjaan Lulusan Sarjana Teknik Ini Jadi Tukang Pembersih Rumah

Siti Nursyazalina Zailani

Malaysia,Susahnya cari pekerjaan lulusan sarjana teknik ini jadi tukang pembersih rumah,wanita dari negeri jiran ini telah lulus dari kuliahnya namun begitu sulitnya mencari pekerjaan yang dia inginkan hingga dia harus bekerja menjadi tukang pembersih rumah,jangan dilihat dari pekerjaannya ternyata bayaran yang dia terima lumayan besar.

Setelah lulus dari kuliah semua orang pastinya ingin mendapatkan kerja yang layak dan sesuai apa yang diharapkan,namun seorang gadis di malaysia yang kesusahan mencari pekerjaan setelah dia mendapatkan gelar sarjana dia akhirnya memilih pekerjaa sebagai pembersih rumah.

Siti Nursyazalina Zailani sarjana teknik ini yang baru saja lulus kuliah tak menduga kalo dirinya akan bekerja menjadi tukang pembersih rumah,demi sesuap nasi dia rela melakukan pekerjaan itu kendati dirinya adalah seorang sarjana teknik dia tidak malu untuk pekerjaan barunya yang penting halal.

Wanita ini menjadi partner disebuah aplikasi Maideasy sebuah aplikasi jasa pembersih rumah di malaysia,aplikasi ini menawarkan bagi siapa saja yang ingin menjadi mitranya dengan penghasilan dan komisi yang lumayan besar.

"Saya tertarik untuk melakukan pekerjaan ini karena memiliki jam kerja yang fleksibel dan jika Anda bekerja cukup keras Anda bisa mendapatkan lebih dari RM2.000 per bulan atau setara enam juta,kata gadis ini dikutip media lokal

Dia sudah menjadi mitra aplikasi tersebut selama satu tahun dengan penghasilan yang lumayan besar wanita ini awalnya hanya menjadikan pekerjaan ini sebagai batu loncatan setelah dia mendapatkan pekerjaan baru dia akan meninggalkan pekerjaan ini,namun dia tidak bisa mencari pekerjaan lain dan masih menikmati pekerjaan ini.

"Saya tidak punya waktu untuk memilih pekerjaan karena saya datang dari Ipoh ke KL untuk mecari uang dan membantu ibu saya"kata wanita tersebut.

Dia menambahkan lagi"Jika saya bekerja delapan jam sehari lima hari seminggu seperti jam kerja aku bisa mendapatkan gaji yang sama seperti yang diterima lulusan baru lainnya."ucapnya.

Menurut statistik dari Bank Negara tingkat pengangguran kaum muda Malaysia berada di 10,7 persen pada tahun 2015,sehingga tiga kali lipat dari rata-rata nasional tingkat pengangguran ini dilaporkan masih terus meningkat karena tingkat perekrutan lebih rendah.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...