3,5 Juta Orang Tentara Korea Utara Akan Membela Negaranya Untuk Berperang Melawan AS

Tentara Korea Utara perang

Korea Utara,Sebanyak 3,5 juta orang telah bergabung menjadi tentara militer korea utara untuk membela negaranya jika perang terjadi melawan Amerika Serikat,negara tersebut mengklaim telah melakukan persiapan menjelang perang dengan AS,ketegangan kedua negara terus berlanjut setelah korea utara berhasil meluncurkan rudal balistik antara benua pada minggu kemarin.

Negara Korea Utara mengklaim telah mengumpulkan warganya yang siap berperang jika amerika serikat menyerang negara tersebut mereka mengklaim jumlah tentara yang ikut berpartisipasi dalam membela negara berjumlah 3,5 juta orang yang siap berperang melawan amerika serikat.

"Semua orang yang ikut tentara meningkat jika amerika menyerang mereka siap membalas ribuan kali balasan"kata sebuah laporan berita yang diterbitkan oleh surat kabar Rodong Sinmun Utara pada hari sabtu kemarin.

Laporan tersebut menyatakan bahwa sekitar 3,5 juta orang siap berperang,diantara orang orang tersebut termasuk tentara pensiunan dan pelajar,telah terdaftar sebagai tentara sejak ketegangan dengan amerika serikat terus meningkat semenjak negara Korea Utara meluncurkan roket antara benua.

"Di provinsi Hwanghae Utara sebanyak 89.000 pria muda memohon untuk jadi tentara dan siap membela negara korea utara untuk mendaftar ulang pada 9 agustus,"di daerah Daedong provinsi pyongyang selatan lebih dari 20.000 siswa anggota buruh dan partai juga telah siap mereka telah mendaftar ulang kata laporan tersebut.

Ketegangan kedua negara terus berlanjut setelah korea utara meluncurkan rudal balistik antara benua sementara presiden amerika serikat Donald Trump juga mengancam korea utara,jika pyongyang tidak segara mundur,sementara korea utara mengancam akan meyerang Guam pada pertengahan agustus.

AS menentang senjata nuklir Korea Utara namun Pyongyang mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menyerah pada ancaman nuklirnya kecuali Washington mengakhiri kebijakan permusuhannya terhadap negara tersebut,dikutip media Presstv.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...