5 Kebohongan Seks yang Masih Dipercaya Masyarakat
Kamis, 27 September 2018
Edit
DokterSehat.Com – Seks dilakukan oleh pasangan untuk mendapatkan kepuasan dan juga mendapatkan keturunan. Selain itu, seks juga bisa mendekatkan hubungan antara pria dan juga wanita. Meski telah dilakukan berkali-kali oleh pasangan, hal-hal terkait seks sering sekali masih susah dipahami. Bahkan, kebohongan tentang seks masih sering dipercaya.
Nah, agar masalah seks ini tidak semakin rumit dan menimbulkan salah sangka, sebaiknya Anda cari tahu dulu. Kalau Anda bingung mana kebohongan seks dan mana yang fakta, berikut kami sudah sarikan dari beberapa sumber agar mudah dibaca dan juga dipahami.
Tidak orgasme bukan berarti tidak melakukan seks. Banyak sekali pasangan menikmati seks tanpa harus berakhir dengan orgasme. Akibat kebohongan ini banyak sekali wanita berpura-pura mendapatkan orgasme setelah pasangannya ejakulasi. Hal ini terjadi karena wanita tidak mau membuat pasangannya kecewa.
Biasanya pria yang terlalu capai akan susah berhubungan badan. Mereka juga tidak akan mampu menyelesaikan aktivitas intimnya ini dengan baik. Lebih lanjut, seks juga akan terganggu kalau pria mengalami ketakutan yang cukup signifikan. Kalau pria mengalami takut atau gelisah, ereksi tidak akan bisa berjalan dengan baik.
Kalau ingin membuat wanita mendapatkan orgasme, seks tidak bisa dilakukan begitu saja. Pasangan harus mau melakukan seks dengan intens dan merangsang area vagina dengan benar. Kalau area vagina tidak bisa dirangsang dengan intens, kemungkinan muncul rasa sakit akan tinggi.
Yang sering terjadi di luaran sana adalah pria mengalami orgasme terlebih dahulu ketimbang wanita. Selain itu, kejadian wanita orgasme terlebih dahulu itu jarang terjadi. Selain itu, wanita lebih sering berpura-pura orgasme agar pasangan lebih puas dan tidak ada masalah dengan seks.
Meski wanita sudah bisa menghasilkan pelumas, bukan berarti pelumas tambahan tidak bisa dipakai. Menggunakan pelumas tambahan justru membuat seks jadi lebih nikmat dan mempercepat orgasme pada wanita.
Inilah lima kebohongan seks yang masih dipercaya oleh masyarakat. Mari lebih memahami seks dengan benar agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Nah, agar masalah seks ini tidak semakin rumit dan menimbulkan salah sangka, sebaiknya Anda cari tahu dulu. Kalau Anda bingung mana kebohongan seks dan mana yang fakta, berikut kami sudah sarikan dari beberapa sumber agar mudah dibaca dan juga dipahami.
Tidak orgasme sama halnya tidak bercinta
Tidak orgasme bukan berarti tidak melakukan seks. Banyak sekali pasangan menikmati seks tanpa harus berakhir dengan orgasme. Akibat kebohongan ini banyak sekali wanita berpura-pura mendapatkan orgasme setelah pasangannya ejakulasi. Hal ini terjadi karena wanita tidak mau membuat pasangannya kecewa.
Pria selalu siap bercinta setiap saat
Biasanya pria yang terlalu capai akan susah berhubungan badan. Mereka juga tidak akan mampu menyelesaikan aktivitas intimnya ini dengan baik. Lebih lanjut, seks juga akan terganggu kalau pria mengalami ketakutan yang cukup signifikan. Kalau pria mengalami takut atau gelisah, ereksi tidak akan bisa berjalan dengan baik.
Orgasme vaginal susah didapatkan
Kalau ingin membuat wanita mendapatkan orgasme, seks tidak bisa dilakukan begitu saja. Pasangan harus mau melakukan seks dengan intens dan merangsang area vagina dengan benar. Kalau area vagina tidak bisa dirangsang dengan intens, kemungkinan muncul rasa sakit akan tinggi.
Pria dan wanita bisa orgasme bersama-sama
Yang sering terjadi di luaran sana adalah pria mengalami orgasme terlebih dahulu ketimbang wanita. Selain itu, kejadian wanita orgasme terlebih dahulu itu jarang terjadi. Selain itu, wanita lebih sering berpura-pura orgasme agar pasangan lebih puas dan tidak ada masalah dengan seks.
Menggunakan pelumas tanda tidak terangsang
Meski wanita sudah bisa menghasilkan pelumas, bukan berarti pelumas tambahan tidak bisa dipakai. Menggunakan pelumas tambahan justru membuat seks jadi lebih nikmat dan mempercepat orgasme pada wanita.
Inilah lima kebohongan seks yang masih dipercaya oleh masyarakat. Mari lebih memahami seks dengan benar agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
