Mengenal Senjata Rudal Sistem Pertahanan Udara S-400 Milik Rusia
Sabtu, 02 Juni 2018
Edit
Teknologi,mengenal senjata Rudal sistem pertahanan Udara S-400 milik Rusia yang terkenal ampuh mencegah tembakan rudal di udara,senjata pertahanan udara ini memiliki spesifikasi yang sangat canggih hingga bisa meledakan rudal ketika berada di udara,S-400 menangkis serangan rudal saat berada di udara,banyak negara yang mempunyai senjata tersebut.
Senjata Rudal Sistem pertahanan udara S-400 milik Rusia sangat ampuh mencegat rudal saat berada di udara,banyak negara yang menginginkan senjata S-400 untuk pertahanan keamanan udara negara agar bisa menangkis senjata rudal saat ada serangan,senjata tersebut merupakan generasi penerus dari senjata yang serupa yakni S-300 yang dimiliki oleh Rusia.
S-400 Triumph dengan julukan NATO SA-21 Growler adalah sistem rudal pertahanan udara yang dikembangkan oleh biro desain Almaz Central Rusia,Sistem ini dimaksudkan untuk menggantikan sistem pertahanan udara Rusia S-300P dan S-200,S-400 merupakan upgrade dari serangkaian sistem pertahanan udara S-300 dengan rudal permukaan ke udara.
Sistem rudal mulai beropersai pada bulan April 2007,Rusia mendirikan empat resimen S-400 untuk menjaga wilayah udara nasional di wilayah Moskow,Ekslave,Kaliningrad Baltik dan distrik militer timur,Unit pertahanan udara di wilayah distrik militer Southern juga direncanakan akan dipersenjatai dengan sistem canggih S-400.
Rusia juga berencana untuk mendirikan 56 bataliyon S-400 pada tahun 2020,Rusia berniat akan memasok sistem ini ke Cina,selain itu negara Turki juga menyatakan niatnya untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 atas ketertarikannya selama pameran IDEF 2009.
Sistem Rudal S-400 Rusia
Sistem ini dapat melibatkan semua jenis target udara termasuk pesawat tempur rudal balistik dan jelajah dalam kisaran 400 km pada ketinggian sampai 30 km,Sistem ini dapat melumpuhkan 36 target secara bersamaan.S-400 dua kali lebih efektif dibandingkan sistem pertahanan udara Rusia sebelumnya dan dapat digunakan dalam waktu 5 menit.
S-400 dapat diintegrasikan ke dalam unit pertahanan udara sekarang dan masa depan dari Angkatan Udara Angkatan Darat dan Angkatan Laut.
Rudal S-400 Rusia
Sistem rudal pertahanan udara S-400 menggunakan empat jenis rudal baru disamping menggunakan rudal dari sistem S-300PMU,Rudal pertama yang dipasang pada sistem ini 48N6DM ini merupakan varian penyempurnaan dari rudal 48N6M dengan sistem propulsi yang lebih kuat,Rudal itu dapat menghancurkan target udara pada kisaran 250 km.
Rudal 40N6 S-400 memiliki jangkauan 400 km dan diklaim menggunakan radar homing aktif untuk mencegat target udara pada jarak yang lebih jauh dengan demikian dapat diarahkan terhadap target.
Baca Juga:Peringkat kekuatan Militer Di Dunia
S-400 juga dapat meluncurkan rudal darat ke udara menengah 9M96E dan 9M96E2 Rudal dapat menyerang target yang bergerak cepat seperti pesawat tempur dengan probabilitas hit yang tinggi Rudal 9M96 memiliki jangkauan maksimum 120 km.
Negara Yang Mempunyai Senjata Rudal S-400
Rusia
Rusia merupakan negara yang memproduksi Senjata sistem pertahanan udara S-400 senjata tersebut digunakan untuk pertahanan udara dari ancaman serangan negara lain terhadap Rusia.
Belarus
Belarus mengumumkan niat mereka untuk membeli S-400 pada September 2011 Pengiriman akan dimulai pada tahun 2015 (pernyataan resmi).
China
China Pada Maret 2014 diumumkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan otorisasi untuk menjual sistem S-400 ke Republik Rakyat China Jika Cina harus mengakuisisi S-400 dilaporkan awalnya terdiri dari enam Senjata S-400.
Itu secara signifikan akan meningkatkan kemampuan Tiongkok untuk mempertahankan ruang udara sendiri dan berfungsi sebagai senjata ampuh yang efektif terhadap serangan udara.
Aljazair
Aljazair mungkin telah mulai menerapkan sistem S-400 SAM Rusia.
Suriah
Pada bulan November 2015 penyebaran S-400 dilaporkan di Suriah bersama dengan kontingen pasukan Rusia dan perangkat senjata lainnya.
Negara Yang Minat Mempunyai S-400
Turki
Kontrak ditandatangani pada 2017 Presiden Recep Tayyip ErdoÄŸan menegaskan bahwa setoran telah dibayarkan Kesepakatan itu dianggap bernilai $ 2,5 miliar Wakil Turki untuk Industri Pertahanan Ismail Demir mengatakan pengiriman S-400 dibawa ke depan hingga Juli 2019.
India
India juga minat membeli senjata sistem pertahanan Udara S-400 milik Rusia,untuk keamanan negara dari serangan musuhnya.
Arab Saudi
Kontrak ditandatangani pada bulan Oktober 2017 selama kunjungan resmi Raja Saudi Salman ke Moskow Transaksi senilai lebih dari $ 3 miliar juga termasuk peralatan darat Angkatan Darat Kerajaan Kerajaan.
Irak
Pada Februari 2018 Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al Jaafari membenarkan rumor yang sedang berlangsung bahwa mereka telah menunjukkan minat pada S-400 dan bahwa negosiasi dengan Rusia sedang berlangsung.
Qatar
Pada Januari 2018 media pemerintah Rusia TASS melaporkan bahwa Qatar sedang dalam pembicaraan tingkat lanjut untuk mendapatkan sistem rudal S-400.
Sumber:S-400
