5 Kesalahan Foreplay yang Sering Dilakukan oleh Wanita
Sabtu, 30 Juni 2018
Edit
DokterSehat.Com – Foreplay adalah aktivitas yang cukup vital dalam berhubungan seks. Kalau pasangan melupakan foreplay dan langsung melakukan seks dengan tergesa-gesa, kenikmatan yang dirasakan akan menurun. Selain itu, ada kemungkinan wanita mengalami sakit karena belum siap secara seksual.
Nah, untuk membuat wanita siap secara seksual, foreplay yang benar harus dilakukan. Untuk melakukan foreplay yang benar, pria dan wanita harus sama-sama berkolaborasi dengan baik. Kalau hanya pria yang melakukan foreplay dengan intens, seks akan berjalan dengan sedikit terhambat.
Kalau Anda ingin melakukan seks dengan benar, coba hindari beberapa kesalahan pemanasan yang kerap dilakukan oleh wanita di bawah ini.
Selama ini pria mungkin hanya diam saja dan tidak masalah menjadi pihak yang mendominasi. Namun, ada kalanya pria juga ingin mendapatkan rangsangan dari pasangannya agar merasa lebih dimanjakan.
Wanita tidak tahu di mana titik rangsangan yang ingin didapatkan pria selain pada kemaluannya. Nah, karena tidak tahu inilah wanita hanya melakukan sesuai insting saja. Cara yang dilakukan wanita ini tidak benar. Lebih baik bertanya pada pasangan.
Kalau komunikasi terjalin dengan baik, pria dan wanita akan tahu di mana saja letak titik rangsang yang disukai. Setelah tahu pasangan bisa saling memberikan rangsangan dengan maksimal.
Sebenarnya rasa malu seperti ini tidak perlu dimiliki oleh wanita. Toh, dia dan pasangan sudah tinggal bersama cukup lama. Coba buang rasa malu jauh-jauh dan lakukan foreplay dengan benar. Kalau Anda kehilangan kendali dan semakin bergairah pun tidak masalah, pasangan justru menyukainya.
Apa pun kondisinya meski bosan atau sedang tidak ingin melakukannya, foreplay tetap harus dilakukan. Dengan melakukan foreplay dengan benar, kemungkinan terjadi kecelakaan atau cedera saat bercinta bisa dihindari.
Foreplay tidak hanya digunakan untuk menyiapkan wanita secara seksual saja, tapi juga psikologis. Menghindari foreplay sama halnya memotong langkah yang cukup penting.
Sebenarnya foreplay bisa dilakukan dengan durasi tertentu. Namun, alangkah baiknya kalau foreplay dilakukan secara tepat dan menyeluruh. Ada kalanya wanita dan pria siap secara seksual dengan foreplay cepat, tapi ada juga yang butuh foreplay lama dan intens agar bisa terangsang.
Nah, setelah membaca lima poin di atas, semoga Anda atau pasangan lebih bisa melakukan foreplay dengan benar.
Nah, untuk membuat wanita siap secara seksual, foreplay yang benar harus dilakukan. Untuk melakukan foreplay yang benar, pria dan wanita harus sama-sama berkolaborasi dengan baik. Kalau hanya pria yang melakukan foreplay dengan intens, seks akan berjalan dengan sedikit terhambat.
Kalau Anda ingin melakukan seks dengan benar, coba hindari beberapa kesalahan pemanasan yang kerap dilakukan oleh wanita di bawah ini.
Lebih banyak pasif
Selama ini pria mungkin hanya diam saja dan tidak masalah menjadi pihak yang mendominasi. Namun, ada kalanya pria juga ingin mendapatkan rangsangan dari pasangannya agar merasa lebih dimanjakan.
Tidak tahu harus melakukan apa
Wanita tidak tahu di mana titik rangsangan yang ingin didapatkan pria selain pada kemaluannya. Nah, karena tidak tahu inilah wanita hanya melakukan sesuai insting saja. Cara yang dilakukan wanita ini tidak benar. Lebih baik bertanya pada pasangan.
Kalau komunikasi terjalin dengan baik, pria dan wanita akan tahu di mana saja letak titik rangsang yang disukai. Setelah tahu pasangan bisa saling memberikan rangsangan dengan maksimal.
Malu saat melakukan foreplay
Sebenarnya rasa malu seperti ini tidak perlu dimiliki oleh wanita. Toh, dia dan pasangan sudah tinggal bersama cukup lama. Coba buang rasa malu jauh-jauh dan lakukan foreplay dengan benar. Kalau Anda kehilangan kendali dan semakin bergairah pun tidak masalah, pasangan justru menyukainya.
Menganggap foreplay tidak penting
Apa pun kondisinya meski bosan atau sedang tidak ingin melakukannya, foreplay tetap harus dilakukan. Dengan melakukan foreplay dengan benar, kemungkinan terjadi kecelakaan atau cedera saat bercinta bisa dihindari.
Foreplay tidak hanya digunakan untuk menyiapkan wanita secara seksual saja, tapi juga psikologis. Menghindari foreplay sama halnya memotong langkah yang cukup penting.
Hanya dilakukan sekadarnya saja
Sebenarnya foreplay bisa dilakukan dengan durasi tertentu. Namun, alangkah baiknya kalau foreplay dilakukan secara tepat dan menyeluruh. Ada kalanya wanita dan pria siap secara seksual dengan foreplay cepat, tapi ada juga yang butuh foreplay lama dan intens agar bisa terangsang.
Nah, setelah membaca lima poin di atas, semoga Anda atau pasangan lebih bisa melakukan foreplay dengan benar.