Sebanyak 71 Roket Ditembak Jatuh Oleh Rudal Pertahanan Suriah Saat Amerika,Inggris Dan Prancis Serang Suriah

roket amerika

Suriah,Sebanyak 71 roket ditembak jatuh oleh rudal pertahanan Suriah saat Amerika,Inggris dan satu negara lainnya yakni Prancis melakukan serangan ke negara suriah,menurut laporan media Rusia bahwa roket yang ditembakan pasukan koalisi amerika sebanyak 103 roket namun 71 roket berhasil dijatuhkan oleh senjata pertahanan udara suriah.

Rusia mengklaim sebagian besar rudal yang ditembakkan semalam dalam serangan udara bersama di Suriah oleh pasukan AS Inggris dan Prancis telah ditembak jatuh sebanyak 71 roket,namun tiga negara tersebut mengklaim bahwa serangan tersebut berhasil,dalam serangan tersebut roket menghancurkan fasilitas penelitian milik negara suriah.

Moskow mengatakan pada hari Sabtu bahwa pemerintah Suriah telah mampu menembakkan 71 dari 103 rudal Cruise yang ditembakan dari kapal dan pesawat tempur milik tiga negara koalisi,yang digunakan dalam serangan itu dengan sistem pertahanan udara suriah.

Senjata-senjata itu diluncurkan dari kapal dan pesawat berawak dalam serangan yang ditargetkan pada fasilitas senjata kimia utama Suriah menurut kementerian pertahanan AS.

Namun pasukan sekutu telah membantah laporan Rusia tentang peristiwa Perancis mengatakan tidak ada indikasi apapun dari 12 rudal yang ditembakan oleh militernya dicegat oleh sistem senjata pertahanan selama serangan pada sabtu dini hari.

Korps Jenderal Angkatan Laut AS Joe Dunford mengatakan target yang diidentifikasi oleh tiga negara telah diserang dan dihancurkan,Namun kementerian pertahanan Rusia mengklaim tidak ada roket yang diluncurkan memasuki area di mana peralatan pertahanan udara Rusia melindungi fasilitas militer di Tartus dan Hmeimim.

Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi, dari staf umum militer Rusia, mengatakan serangan itu tidak menyebabkan korban dan instalasi militer Suriah hanya menderita "kerusakan kecil".

Kolonel Rudskoi mengatakan pasukan Suriah menggunakan sistem pertahanan rudal darat-ke-udara dengan "efisiensi tinggi", menembak jatuh semua roket yang ditujukan pada empat pangkalan udara Suriah utama.

Dia menambahkan bahwa Rusia telah menahan diri di masa lalu dari menyediakan Suriah dengan sistem rudal pertahanan udara S-300 canggih, tetapi dapat mempertimbangkan kembali keputusannya setelah serangan tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...