Kejam Ibu Tiri Masukkan Anak Tirinya ke Dalam Koper Hingga Meninggal Dunia

Koper

India-Kejam Ibu tiri masukkan anaknya yang berusia enam tahun ke dalam koper lalu mengkunci koper tersebut,hingga anak itu meninggal dunia kehabisan nafas,kejadian tersebut terjadi di daerah Krashnanagar Surendranagar India pada selasa malam lalu,anak tersebut ditemukan setelah ayahnya mencari lalu melapor kepihak kepolisian.

Ibu tiri memang kejam,namun ada juga yang baik,namun ibu tiri yang satu ini memang benar benar keji dan kejam ibi tiri dari india sengaja memasukkan anak tirinya yang masih berusia enam tahun ke dalam koper hingga meninggal dunia.

Seorang ibu tiri bernama Jinal Parmar ditangkap pihak kepolisian India setelah terbukti membunuh anak tirinya,dengan cara memasukkan anak tersebut ke dalam koper yang dikunci,bocah yang tak bersalah tersebut diketahui bernama Bhadra alias Dhruv anak kandung Shantilal Parmar yang bekerja sebagai buruh pabrik di India.

Shantilal Parmar ayah kandung Bhadra menikahi Jinal Parmar,istrinya yang pertama meninggal dunia dia lalu menikah lagi dengan Jinal Parmar,Jinal Parmar yang hanya sebagai ibu rumah tangga ternyata tidak menyukai anak tirinya hingga dia sering menyiksa anak tiri tersebut.

Jinal mengatakan kepada suaminya bahwa Dhruv telah hilang sejak Rabu malam dan tak kembali ke rumahnya,hingga suaminya melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian setempat,polisi segera mencari anak tersebut namun tidak ditemukan,menurut laporan media TimesofIndia.

Pihak kepolisian pun lalu menanyakan ke ayah kandungnya dan ternyata ibu tirinya sering berbuat kasar keanaknya,polisi dengan cepat mengintrogasi ibi tiri tersebut awalnya dia tidak mengaku namun polisi curiga dengan koper besar yang berada di rumah tersangka,polisi meminta untuk membuka koper tersebut,tapi ibu tiri tersebut menolak hingga polisi menemukan mayat anak laki laki berusia enam tahun sudah kaku di dalam koper.

Hingga kini polisi masih menyelidiki motif ibu tiri memasukan anak tirinya ke dalam koper,Ibu tiri kini dalam tahan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...